nusantaraterkini.co, MEDAN – Hernia inguinalis merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemui, terutama pada pria. Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak dari rongga perut menonjol keluar melalui titik lemah pada dinding perut di area selangkangan.
Tonjolan tersebut biasanya terlihat saat penderita batuk, mengangkat benda berat, atau mengejan, dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri. Meski begitu, ada juga kasus hernia inguinalis yang tidak menunjukkan gejala sama sekali hingga akhirnya terdeteksi saat pemeriksaan medis.
Gejala Hernia Inguinalis
Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama
Tanda-tanda hernia inguinalis dapat berbeda pada tiap orang. Gejala yang umum meliputi:
Muncul benjolan di selangkangan, yang terkadang hilang ketika penderita berbaring.
Rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama ketika beraktivitas fisik.
Baca Juga : Jangan Tunggu Gejala! Menkes Tegaskan Bahaya Penyakit Hati yang Sering Tak Terdeteksi
Sensasi berat atau seperti ada tekanan di area selangkangan.
Pembengkakan dan nyeri di sekitar testis (pada pria).
Penyebab dan Faktor Risiko
Hernia inguinalis umumnya dipicu oleh kombinasi antara kelemahan otot perut dan meningkatnya tekanan di rongga perut. Beberapa pemicunya antara lain:
Cacat bawaan pada dinding perut.
Pertambahan usia yang membuat otot melemah.
Batuk kronis berkepanjangan.
Kebiasaan mengangkat beban berat dengan cara yang salah.
Kehamilan.
Selain itu, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, seperti:
Jenis kelamin pria.
Riwayat keluarga dengan hernia.
Kelahiran prematur.
Penyakit tertentu, misalnya fibrosis kistik.
Kebiasaan merokok yang melemahkan jaringan tubuh.
Bahaya dan Komplikasi
Jika dibiarkan tanpa penanganan, hernia inguinalis bisa menimbulkan komplikasi serius, antara lain:
Hernia inkarserata, ketika usus terjebak di dinding perut dan tidak bisa dikembalikan ke posisi semula.
Hernia strangulata, kondisi darurat medis saat aliran darah ke usus terhenti, sehingga jaringan berisiko mati (nekrosis).
Nyeri kronis, yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pengobatan Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis tidak bisa sembuh sendiri. Satu-satunya cara efektif untuk memperbaikinya adalah melalui operasi. Ada dua pilihan prosedur yang biasanya dilakukan dokter:
1. Operasi terbuka – dilakukan dengan membuat sayatan di selangkangan untuk mengembalikan organ yang menonjol sekaligus memperkuat dinding perut.
2. Operasi laparoskopi – menggunakan sayatan kecil dan kamera khusus, dengan pemulihan biasanya lebih cepat dan rasa nyeri lebih ringan.
Jenis operasi yang dipilih tergantung pada ukuran hernia, kondisi pasien, serta pertimbangan dokter bedah. Setelah prosedur, pasien umumnya dianjurkan menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu agar proses pemulihan berjalan optimal.
Hernia inguinalis bisa sembuh dengan tindakan operasi. Operasi hernia tergolong aman dengan tingkat keberhasilan tinggi, meski tetap ada risiko komplikasi seperti pada prosedur medis lainnya.
Jadi, bila sahabat Nuter (sebutan untuk pembaca setia nusantaraterkini.co) menemukan benjolan di area selangkangan, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Deteksi dini dan penanganan tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
(Dra/nusantaraterkini.co).
