Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kepadatan Mina Jadi PR Haji 2026, DPR Usul Tenda Bertingkat hingga Skema Tanazul

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coMEKKAH — Ketua Komisi VIII DPR sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Marwan Dasopang, menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 secara umum berjalan baik. Namun, persoalan kepadatan jemaah di Mina masih menjadi tantangan utama yang perlu segera dicarikan solusi.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan haji berjalan baik. Tahapan-tahapan awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai agenda. Kita patut mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah. Namun kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama,” kata Marwan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga : Sarjo Kenang Tangis Haru saat Wukuf di Arafah, Sebut Banyak Dosa yang Telah Dibuatnya

Menurutnya, kapasitas tenda dan area di Mina belum mampu memberikan ruang yang cukup nyaman bagi seluruh jemaah. Akibatnya, kepadatan masih terjadi dan dirasakan langsung oleh para jemaah haji.

Baca Juga : 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Palembang

Selain persoalan ruang, Marwan juga menyoroti sejumlah fasilitas di Mina yang dinilai belum berfungsi optimal. Ia menyebut pendingin udara (AC) yang tidak bekerja maksimal hingga ketersediaan air yang belum memadai di beberapa titik.

“Kita menerima berbagai masukan terkait fasilitas di Mina. Ada persoalan AC yang tidak berfungsi optimal, ketersediaan air yang kurang memadai, serta berbagai kendala lain yang muncul akibat tingginya kepadatan jemaah dalam satu kawasan yang sangat terbatas,” ujarnya.

Baca Juga : Penerbangan Delay, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 2 Medan ke Tanah Air Tertunda

Marwan menegaskan perlunya langkah baru dan terobosan kebijakan untuk mengatasi persoalan Mina yang terus berulang setiap musim haji. 

Baca Juga : Tangis Bahagia Pecah di Pendopo Umar Baki, 229 Jemaah Haji Binjai Kembali ke Kampung Halaman

Menurut dia, apabila perluasan area Mina tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan, maka perlu dipertimbangkan alternatif lain seperti pembangunan tenda bertingkat maupun penataan ulang pola penempatan jemaah.

“Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi,” kata legislator dapil Sumut ini.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

Selain itu, Marwan juga mengusulkan penerapan skema tanazul bagi sebagian jemaah Indonesia yang hotelnya berada dalam jarak memungkinkan dari Mina. Skema tanazul memungkinkan jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau akomodasi yang telah ditentukan.

Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan 

Ia memperkirakan sekitar 60 ribu dari total 201 ribu jemaah Indonesia dapat dipertimbangkan mengikuti skema tersebut sehingga kepadatan di Mina bisa berkurang signifikan.

“Jika ini dapat diwujudkan, ruang di Mina akan jauh lebih longgar bagi jemaah yang tetap berada di tenda,” jelasnya.

Marwan menambahkan, penerapan skema tersebut memerlukan kajian mendalam, pengorganisasian yang matang, serta persetujuan dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, ia berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah RI dapat memainkan peran strategis dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan otoritas Saudi.

“Persoalan Mina tidak boleh dibiarkan berulang tanpa solusi. Kita harus berani mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia,” tegasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

WhatsAppTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!