Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kepala dan Wakil Otorita IKN Mengundurkan Diri, Ini Respon Anggota DPR

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bambang Susantono dan Donny Raharjoe. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bambang Susantono bersama Donny Raharjoe menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala dan Wakil Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Menanggapi ini, anggota DPR Fraksi PKB Daniel Johan menilai mundurnya keduanya menandakan jika mereka tidak mampu menghadapi banyaknya masalah yang terjadi dalam pembangunan dan pemindahan IKN.

Baca Juga : Anggota DPR Sebut Putusan MK Soal IKN Berupa Penegasan, Pembangunan Disesuaikan Kemampuan Anggaran

"Tentu ini kejutan buat kita semua. Tetapi ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak bahwa sebenarnya cukup banyak masalah-masalah yang ada di dalam proses IKN," ujarnya, Senin (3/6/2024).

Baca Juga : Putusan MK Jadi Rujukan Final Pemindahan Ibu Kota ke IKN

Misalnya, lanjut Daniel, banyak gaji pekerja yang belum turun. Selain itu anggota DPR dapil Kalimantan Barat itu juga mengaku sempat mendengar protes masyarakat adat yang belakangan semakin keras.

"Di samping tuntutan-tuntutan yang sangat besar, kadang-kadang di luar bayangan kita, kita mampu atau enggak," katanya.

Baca Juga : Sebut Putusan MK Soal Jakarta Selaras Undang-Undang, Pengamat: Anies Sejak Lama Paham Regulasi IKN

Daniel juga menyinggung target-target yang harus selesai sebelum hari kemerdekaan. Bahkan, kata dia, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sempat mengeluhkan ketersediaan air di IKN.  

Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028

"Seperti mengejar target-target untuk sampai 17-an misalnya. Target target pembangunan, infrastruktur, bahkan Pak Basuki pun sempat bicara kan bagaimana dia pindah kalau misalkan fasilitas dasar air aja belum ada," kata Daniel.

"Sehingga ini menjadi catatan penting sekaligus untuk semua yang terlibat benar benar menimbang kembali target target yang relevan dan sesuai dengan kemampuan itu seperti apa," tegasnya.

Baca Juga : Puan Maharani: DPR akan Tinjau Permintaan Basuki untuk Bandara VIP Jadi Bandara Umum

Disisi lain, Anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera mempertanyakan mundurnya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala OIKN Dhony Rahajoe dari jabatannya jelang rencana Jokowi menggelar upacara peringatan HUT RI ke-79 kemerdekaan RI di IKN.

Baca Juga : Komisi II Minta OIKN dan Kementerian PU Sinergi Bangun Proyek IKN

Menurut Mardani, keputusan yang mendadak dari kedua pimpinan IKN ini menjadi hal yang aneh di saat kinerja keduanya tidak dipermasalahkan publik.

“Ada yg aneh. Kok mundur? Mereka bekerja keras dan hasilnya bagus. Selama interaksi keduanya juga profesional,” katanya.

Untuk itu, Mardani yang juga anggota Komisi II DPR sekaligus mitra kerja OIKN akan memanggil kepala yang baru untuk minta penjelasan terkait hal tersebut.

“Palingan kita memanggil otorita yang baru. Kalau yang sudah mundur susah untuk dipanggil,” jawab Mardani singkat.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno menjelaskan, presiden beberapa waktu lalu menerima surat pengunduran diri dari Wakil Kepala OIKN, Dhony Rahajoe kemudian diikuti oleh Kepala OIKN Bambang Susantono.

“Pada hari ini telah terbit Keputusan Presiden (Kepres) tentang pemberhentian dengan hormat bapak Bambang susantono sebagai Kepala Otorita IKN dan juga bapak Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN,” ujarnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)