Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan, Wuri Tamtama berharap Dikti menetapkan satu bentuk kebijakan dalam pengisian nilai siswa-siswi.
Sebab menurut dia, keterlambatan pengisian data-data siswa ke program itu karena kekeliruan pihak sekolah akibat adanya pengisian manual dan E-rapor.
Dua pilihan ini, diakuinya adalah salah satu faktor menjadi keterlambatan pihak sekolah dalam pengisian data siswa-siswi MAN 2 Model Medan.
Wuri mengatakan, pihak sekolah mengaku salah namun berusaha semaksimal mungkin untuk mengusahakan 332 siswa mendaftar kejalur undangan dengan berbagai cara.
Baca Juga: Silaturahmi Man 2 Model, Wamenag: Siswa Akan Tetap Ikuti Seleksi SNBP
"Pada awalnya memang sudah terancam siswa kita tidak masuk program jalur undangan, namun saya komunikasikan ke Kementerian untuk memberikan kesempatan, namun diawal gagal," ucapnya saat ditemui di MAN 2 Model Medan, Kamis (20/2/2025).
Wuri menjelaskan, setelah bertemu Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Safi'i mau membantu dan akhirnya 332 siswa tersebut bisa mendaftar program PDSS.
"Saya terus mencoba, akhirnya bertemu dengan Wamenag dan beliau siap membantu, dan akhirnya siswa kita berhasil terdaftar," ucapnya.
Baca Juga: Wamenag Kunjungi MAN 2 Model Medan Dalam Acara Silaturahmi Bersama Orang Tua Siswa
Disinggung harapannya ke depan, Wuri mengatakan pemerintah harus membuat satu kebijakan yang solid dan tetap jangan dibuat dua pilihan, karena ini menjadi salah satu faktor telatnya memasukan nilai tersebut kedalam database.
"Jika bisa pemerintah harusnya membuat satu kebijakan yang solid tidak tawar-menawar, jika emang e-rapor ya jangan juga manual, dalam satu bentuk, karena ini merupakan salah satu keterlambatannya pengisian nilai," pungkasnya.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
