Nusantaraterkini.co, RAMALLAH - Kepresidenan Palestina pada Sabtu (28/3/2026) memperingatkan bahwa pertempuran yang terus berlanjut di Gaza dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat berisiko mengguncang stabilitas regional.
Juru bicara kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, sebanyak 692 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Dia juga menyatakan, bahwa pembatasan bantuan kemanusiaan telah memperburuk kondisi di Gaza, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Abu Rudeineh juga menyoroti eskalasi berbahaya di Tepi Barat. Dia mengungkapkan bahwa para pemukim melakukan penyerangan di bawah perlindungan pasukan Israel.
"Tindakan yang tidak bertanggung jawab tidak akan membawa keamanan atau stabilitas," katanya
Baca Juga : Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas dalam Operasi di Gaza
"Konflik regional tidak akan terselesaikan kecuali jika masalah Palestina ditangani berdasarkan hukum internasional, resolusi-resolusi PBB, dan Inisiatif Perdamaian Arab," sambungnya.
Untuk itu, bu Rudeineh mendesak komunitas internasional dan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan kampanye militernya, menerapkan gencatan senjata, mengizinkan pengiriman bantuan, dan menghentikan serangan yang dilakukan oleh para pemukim.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
