Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, AS kini sedang menghadapi keputusan besar yang harus diambil terkait Iran.
"Ada keputusan besar yang harus kami ambil mengenai apakah akan menyerang Iran, dan pilihannya tidak mudah," ujar Trump dalam sebuah acara di Texas, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
Setiap kesepakatan dengan Iran, sebutnya, harus memenuhi persyaratan Washington.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi harus membuat kesepakatan yang bermakna," kata Trump.
"Saya lebih memilih cara damai. Namun, mereka orang-orang yang sangat sulit," tambahnya.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Sebelumnya pada Jumat yang sama, Trump mengatakan kepada awak media bahwa dia tidak senang dengan progres perundingan nuklir AS-Iran, tetapi belum membuat keputusan final terkait potensi operasi militer terhadap Iran.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Pasar Dibayangi Konflik Iran-AS
"Saya sebenarnya tidak ingin menggunakan pasukan AS, tetapi terkadang Anda harus melakukannya," imbuhnya.
Saat ini pemerintahan Trump telah meningkatkan pengerahan militernya di Timur Tengah, mengirimkan tambahan skuadron tempur dan menempatkan dua gugus tempur kapal induk di kawasan tersebut.
Baca Juga : Israel Kuasai Kastel Beaufort di Lebanon Selatan, Benteng Berusia 900 Tahun Jadi Sasaran Operasi Militer
Kapal induk USS Gerald R. Ford tiba di lepas pantai Israel pada Jumat, bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari.
Baca Juga : Inggris Kirim Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz
Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan akan memicu serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Pembicaraan teknis tambahan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/3/2026) di Wina, Austria.
(Xinhua/nusantaraterkini.co)
