Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kereta Api Solusi Transportasi Hemat Energi dan Rendah Emisi di Sumut

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potret penumpang dan kereta api. (Foto: dok istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sepanjang triwulan I tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang efisien dalam melayani mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre I Sumut telah menyerap sebanyak 1.333.637 liter BBM subsidi. Dari jumlah konsumsi tersebut, KAI berhasil melayani sebanyak 763.694 pelanggan.

Baca Juga : Volume Angkutan BBM KAI Divre I Sumut Tembus 145 Ribu Ton pada Mei 2026

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo menjelaskan, efisiensi penggunaan BBM pada kereta api memberikan dampak langsung bagi keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.

Baca Juga : Pelanggan Kereta Api di Sumut Tembus 15 Ribu Lebih pada Libur Iduladha

"Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan. Dengan daya angkut yang besar, kereta api menjadi transportasi yang efisien sehingga subsidi dari pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujar, Senin (13/4/2026).

Dari data penggunaan BBM dan jumlah pelanggan yang dilayani, rata-rata setiap pelanggan hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM untuk satu kali perjalanan. Dengan jumlah tersebut, pelanggan sudah dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti dari Medan menuju Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantauprapat (PP), termasuk layanan KA Datuk Belambangan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Lalang (PP).

Baca Juga : Tambah Suplai Ribuan KL ke FT Sibolga, Pertamina Pastikan Penyaluran BBM di Tapanuli Berangsur Normal

Penggunaan BBM ini mencakup operasional lokomotif sebagai penggerak rangkaian serta mesin pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik untuk penerangan, penyejuk udara (AC), dan fasilitas pengisian daya bagi pelanggan selama perjalanan.

Sebagai bentuk inovasi energi, Anwar mengungkapkan, seluruh mesin diesel, baik lokomotif maupun pembangkit yang beroperasi di Divre I Sumut, kini telah menggunakan BBM jenis Biosolar B40.

"Seluruh mesin diesel di Divre I Sumatera Utara telah menggunakan Biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Bahan bakar ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan kinerja mesin dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060," jelasnya.

Anwar menambahkan, Biosolar B40 juga bersifat biodegradable atau mudah terurai oleh mikroorganisme sehingga meminimalkan dampak polusi pada tanah dan air di lingkungan sekitar jalur kereta api.

Selain mengelola BBM subsidi, KAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi dalam tiga bulan terakhir. Alokasi BBM nonsubsidi ini digunakan secara spesifik untuk layanan angkutan barang serta operasional alat kerja dan Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) guna memastikan standar keselamatan jalur tetap terjaga tanpa membebani kuota subsidi masyarakat.

"Penerapan Biosolar B40 pada armada kereta api kami merupakan komitmen KAI terhadap transformasi transportasi hijau yang berbasis pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). KAI berupaya memastikan bahwa setiap tetes BBM subsidi yang dialokasikan negara digunakan secara tepat sasaran dan berdaya guna tinggi," pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)