Nusantaraterkini.co, SANAA - Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (28/3) mengisyaratkan kesiapan untuk melancarkan aksi militer lanjutan, menggambarkan serangan militer mereka baru-baru ini terhadap Israel sebagai hak yang sah untuk mengonfrontasi apa yang mereka sebut sebagai agresi brutal Amerika-Israel terhadap Iran dan kawasan yang lebih luas.
Dalam sebuah pernyataan, otoritas urusan luar negeri kelompok tersebut mengatakan, intervensi mereka merupakan bagian dari strategi regional yang lebih luas yang terkait dengan Iran, Palestina, Irak dan Lebanon.
Baca Juga : Israel Gempur Pelabuhan Hodeida, Houthi Klaim Pertahanan Udara Berhasil Tangkis Serangan
Kelompok itu menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mendorong rencana Zionis yang mengancam kawasan dan bertujuan membentuk apa yang disebut sebagai Israel Raya dan Timur Tengah baru, serta menyerukan agar negara-negara Islam bersatu.
Baca Juga : Pascaserangan Udara Amerika di Yaman, PBB Khawatirkan Ancaman Balasan Houthi
Houthi juga menegaskan, operasi militernya hanya menyasar musuh yaitu Israel dan Amerika, serta menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan negara-negara Arab dan Islam guna mencegah kesalahpahaman.
Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengecam pengumuman Houthi tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu berisiko menyeret negara tersebut ke dalam konfrontasi regional yang lebih luas.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Sebelumnya pada Sabtu, angkatan bersenjata Houthi menyatakan telah meluncurkan rudal balistik ke apa yang mereka gambarkan sebagai situs militer sensitif Israel di wilayah selatan Israel, yang merupakan serangan pertama kelompok tersebut sejak Israel dan AS memulai serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Salah Ali Salah, peneliti dari Pusat Kajian Strategis Sanaa, menggambarkan keterlibatan kelompok tersebut sebagai pertaruhan berisiko tinggi.
"Setiap langkah yang mengancam pelayaran di Laut Merah dapat memicu intervensi langsung Amerika," katanya.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Houthi, yang telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara sejak akhir 2014, sebelumnya mendukung Iran dalam konflik selama 12 hari antara AS, Israel, dan Iran tahun lalu.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
Sumber: Xinhua
