Ketua MPR Ajak Pemuda Pancasila Tangkal Gerakan Radikalisme
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kesolidan kader Pemuda Pancasila di berbagai daerah yang berkomitmen menjadikan Pemilu 2024 berjalan aman dan damai.
Baca Juga : Diprovokasi Pelaku Tawuran, Lomba Lari Antar Pemuda di Belawan Ricuh
Dia menyebutkan, banyaknya para kader Pemuda Pancasila yang menjadi Caleg DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota dari berbagai partai politik, tidak menjadikan kesolidan organisasi terpecah, melainkan justru membuat organisasi menjadi semakin kuat.
Baca Juga : Pengurus Pemuda Batak Bersatu Jawa Barat 2025-2030 Dilantik
Perbedaan partai politik juga tidak menjadi halangan bagi kader Pemuda Pancasila dalam mengabdikan diri untuk menjadi wakil rakyat.
Hal ini membuktikan bahwa Pemuda Pancasila bukanlah organisasi sebelah mata juga bukan organisasi yang mengandalkan otot, melainkan organisasi yang mengandalkan otak (pemikiran).
Baca Juga : IHSG Ambruk, Bamsoet Sindir Bursa: Reformasi Setengah Hati Tak Cukup, Prabowo Diminta Bongkar Akar Masalah
"Tidak heran jika kini kader Pemuda Pancasila tersebar di tiga cabang kekuasaan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bahkan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI KH Maruf Amin adalah anggota Kehormatan Pemuda Pancasila. Di Legislatif, selain saya sebagai Ketua MPR RI, Pemuda Pancasila juga menempatkan La Nyalla Mattaliti sebagai Ketua DPD RI," ujar Bamsoet, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga : Pilkada Lewat DPRD Dinilai Lebih Efisien dan Minim Korupsi
Lebih lanjut, Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, di barisan Capres-Cawapres 2024, selain dirinya Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila yang berada di Prabowo-Gibran, Pemuda Pancasila juga menempatkan Wakil Ketia Umum PP Arsjad Rasjid di barisan Ganjar-Mahfud, serta Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dan Wakil Ketua PP Ahmad Ali di barisan Anies-Muhaimin.
Selain itu, sambungnya, masih banyak lagi kader-kader lainnya yang berada di barisan ketiga Capres-Cawapres tersebut.
Baca Juga : Bamsoet dan Joseph Osdar Kupas Kepemimpinan Prabowo Lewat Buku 'Prabowo: Akal Sehat Tanpa Panggung'
"Pemilu merupakan sarana demokrasi untuk menyaksikan putra-putri terbaik bangsa beradu ide dan gagasan. Karenanya harus disambut dan dihadapi dengan penuh optimisme dan sukacita. Terlebih Pemuda Pancasila banyak menempatkan kadernya yang tersebar di berbagai partai politik ataupun cabang-cabang kekuasaan. Pemuda Pancasila tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana," jelasnya.
Baca Juga : Bamsoet: Transfer Data Pribadi Lintas Negara Sah, Asal Sesuai Undang-undang dan Prinsip Perlindungan Ketat
Wakil Ketua Umum FKPPI dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini juga mengingatkan masih besarnya tantangan eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA.
Kemudian masih dapat dirasakan indikasi adanya upaya untuk menggoyahkan dan merongrong Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.
"Terutama melalui gerakan radikalisme, dan penciptaan segregasi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Karenanya, setiap kader Pemuda Pancasila harus menjadi sumber daya nasional yang mempelopori pelaksanaan internalisasi, aktualisasi, dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila," sebutnya.
"Setiap kader Pemuda Pancasila harus mampu mentransformasikan diri menjadi cerminan nilai-nilai luhur Pancasila, dalam paradigma wawasan kebangsaan," pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
