Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Klarifikasi Isu Penculikan Wartawan di Medan, Sigit Pramono Sebut Hanya Salah Paham

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sigit Pramono (kanan) berjabat tangan Pasi Intel Yon TP 907 Minggu (17/5/2026). Ia mengatakan bahwa berita yang beredar soal penculikan dirinya hanya kesalah pahaman. (Foto: dok istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Sigit Pramono, seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara terkait kabar tentang dirinya yang beredar luas mengenai dugaan penculikan dan intimidasi terhadapnya berberapa waktu lalu. 

Dalam pernyataannya, Sigit menegaskan bahwa terjadi kesalahpahaman atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat tersebut. 

Baca Juga : Viral Dugaan Penolakan Visum di RS Pirngadi Medan, Manajemen Beri Klarifikasi

“Saya, Sigit Pramono bersama rekan media lainnya ingin meluruskan sekaitan kabar berita yang menyebutkan saya diculik dan diintimidasi beberapa waktu ini. Hal itu tidak benar, ini hanya salahpaham dan miskomunikasi saja,” ujar Sigit dalam keterangannya, Senin (18/5/2026). 

Baca Juga : Momen Terakhir Pratu Ferischal Sebelum Tewas, Sempat Minta Rp10 Ribu ke Sang Adik

Ia menceritakan, peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak seperti berita-berita yang beredar saat ini. Saat itu, di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, ia memang didatangi oleh dua orang pria. 

"Faktanya, mereka (pria yang terekam CCTV-red) ingin berbincang dengan saya, hanya saat itu terjadi miskomunikasi hingga terkesan seperti penculikan. Sebenarnya tidak ada penculikan, ternyata mereka dari TNI dan mengajak pindah tempat duduk (ke cefe lain) untuk berdiskusi," ujar Sigit.

Baca Juga : Bupati Tapsel Gus Irawan Jenguk Ibu Hamil yang Ditandu 30 KM, Ungkap Kendala Pembangunan Jalan

Sigit juga menegaskan saat perjalan ke lokasi cafe lain di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung dirinya merasa gugup hingga timbul rasa tertekan. 

Baca Juga : Kasus Pemukulan Bro Ron, Polisi Gerak Cepat Tangkap Dua Pelaku

"Tidak ada intimidasi, saat itu saya gugup karena tidak mengetahui apa yang ingin dikomunikasikan mereka dengan saya. Ternyata hanya perbincangan santai saja, selain itu terkait klarifikasi di dalam mobil itu tidak ada intimidasi dari pihak manapun, klarifikasi itu dibuat setelah kejadian pemberitaan minyak kondensat di Kecamatan Seilepan yang saya beritakan ternyata tidak benar," jelasnya. 

"Ternyata tidak ada anggota Yonif 8 Marinir yang melaksanakan praktik ilegal minyak kondensat tersebut. Klarifikasi di dalam mobil tersebut tidak ada unsur keterpaksaan, saya melakukan klarifikasi tersebut dengan kondisi sadar diri, " lanjutnya.

Baca Juga : Buntut Viral Kecelakaan Truk, Wali Kota Palembang Pastikan Oknum Dishub Pemicu Tabrakan Beruntun Ditindak Tegas

Usai berbincang dan meluruskan kesalahpahaman, Sigit akhirnya bersedia membuat video klarifikasi terkait minyak kondensat di Kabupaten Langkat.

Baca Juga : Diduga Dipicu Razia Ilegal Oknum Dishub, Truk Terlibat Tabrakan Beruntun di Jalinsum Palembang

"Tidak ada ancaman dan intimidasi, saya juga sudah meninjau lokasi minyak kondensat itu dan tidak benar ada oknum Yonif 8 Mar yang terlibat di dalamnya. Makanya saya mau buat video itu. Saya juga tidak tahu mengapa video itu beredar hingga disandingkan dengan rekaman CCTV sehingga terkesan saya diculik. Faktanya, saya tidak culik, ini yang menjadi kesalahpahaman hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegasnya.

Untuk itu, Sigit secara pribadi meminta maaf atas kegaduhan yang menyangkut pautkan namanya itu.

"Saya secara pribadi mohon maaf kepada masyarakat dan semua pihak terutama TNI dan mengucapkan terimakasih kepada semua rekan-rekan media yang peduli terhadap saya," ujarnya.

Diakhir kata, Sigit meminta kepada semua pihak agar tidak lagi menyebarluaskan video dirinya karena peristiwa yang terjadi hanya kesalahpamanan dan sudah diselesaikan secara baik-baik. 

"Saya juga meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan, mungkin keterangan saya sebelumnya kekeliruan, saya hanya gugup saat itu hingga timbul rasa was-was saja dan tidak ada intimidasi atau kekarasan yang terjadi. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)