Nusantaraterkini.co, MADINAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah siap menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji yang dijadwalkan mendarat di Madinah pada 22 April mendatang.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho menyampaikan, kesiapan layanan mencakup seluruh aspek utama, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi.
Baca Juga : Penerbangan Delay, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 2 Medan ke Tanah Air Tertunda
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara guna memastikan proses kedatangan dan pergerakan jemaah berjalan lancar.
Baca Juga : Fase Kepulangan, 6.333 Jemaah Haji Bertolak ke Tanah Air
Menurut Budi, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tahun ini kembali menggunakan skema fast track, sehingga proses keimigrasian di bandara berlangsung lebih cepat. Kloter pertama dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah (AMAA) pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kemenhaj, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga : Jemaah Haji Kloter 01 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, Sempat Alami Keterlambatan
Ia menambahkan, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI juga direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut.
Baca Juga : Sempat Tertahan 5 Jam di Imigrasi Madinah, Dua Jemaah Haji Remaja Asal Kalteng Akhirnya Bisa Masuk
Budi juga mengatakan pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus dilakukan dengan perhatian khusus. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak syarikah untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib dan terorganisir.
“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelasnya.
Baca Juga : Hari ke-8 Operasional Haji 2026: 40.796 Jemaah Diberangkatkan, 2 Orang Wafat
Untuk penanganan bagasi, layanan khusus telah disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat tiba dengan aman di hotel.
Selama di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Kemenhaj juga menjamin layanan konsumsi dengan total maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
