Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan buka suara terkait adanya dorongan dari kalangan anak muda agar masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Itukan bentuk aspirasi dari anak-anak muda mungkin juga masyarakat yang sudah gemes kali tapikan mba Sarah (Saraswati Djojohadikusumo) juga sudah bilang bahwa apa yang beredar itu mungkin bentuk usulan sehingga tentu kita menghargai semua itu," kata Arief kepada wartawan, Senin (26/2/2024).
Kendati, Arief memastikan TKN Prabowo-Gibran belum ada membicarakan terkait susunan kabinet.
Ketum PB HMI 2013-20215 ini menyebut sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Sampai hari ini belum pernah ada pembicaraan ke sana dan orang masih nunggu hasil KPU," ujarnya.
Arief menegaskan bahwa orang-orang yang mengisi kabinet merupakan hak prerogatif Prabowo Subianto.
Eks Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) ini menilai bahwa Prabowo sudah menunjukkan keberpihakan kepada anak muda sejak awal ketika memilih Gibran sebagai cawapres.
"Pak Prabowo bukan kali pertama ya berpihak kepada anak-anak muda. Pak Prabowo itu orang sekitarnya hampir semua anak-anak muda dan ketika memilih mas Gibran sebagai wakil presiden pertama itu tidak asing bagi kami sehingga kami mendukung," ungkapnya.
Arief menilai terpilihnya Gibran sebagai cawapres membuat komposisi antara senior dan anak muda menjadi fifty-fifty.
Menurutnya Prabowo sudah menyadari sejak awal bahwa kalangan anak muda menjadi pemilih terbesar dalam Pilpres 2024 ini.
"Tidak hanya di dalam kabinet tentu saja saya sebelumnya dari BUMN dan melihat bagaimana pemerintahan pak Jokowi itu sangat berpihak kepada anak-anak muda sekarang udah ada 12 persen tentu di bawah kepemimpinan pak Prabowo ketika menggandeng mas Gibran komposisi wakil presidennya aja udah 50-50 persen mudah-mudahan kabinetnya, kemudian struktur yang lain lembaga, duta besar, mungkin juga direktur dan komisaris BUMN bisa berpihak kepada anak-anak muda," tuturnya.
Dia menilai keterlibatan anak muda dalam pembangunan Indonesia langkah tepat untuk memberikan solusi zaman now.
"Masalah zaman now harus didekati dengan solusi zaman now, solusi zaman now hanya bisa mungkin dipikirkan oleh mereka yang berusia muda sehingga mereka memahami atau menjadi kebutuhan apa yang menjadi tantangan zaman, apa yang menjadi dinamika," pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
