Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi I DPR Mendesak Kodam Jaya Investigasi Kasus Ledakan Gudang Armed

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dave Laksono (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Komisi I DPR Mendesak Kodam Jaya Investigasi Kasus Ledakan Gudang Armed

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Peristiwa ledakan hebat terjadi di gudang amunisi milik Armed Kodam Jaya di daerah Jaya Bekasi di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Sabtu (30/3/2024) malam.

Baca Juga : Komisi I DPR Ragukan Klaim TNI AD soal Ledakan Gudang Amunisi Kadaluwarsa

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengaku miris atas kejadian ini apalagi letaknya dekat sekali dengan pemukiman warga disana.

Baca Juga : Ketua RT Ungkap Dahsyatnya Ledakan Gudang Peluru TNI: Kayak Perang, Ada 5 Granat Terlempar

"Kami turut prihatin atas meledaknya gudang persenjataan milik TNI AD Kodam Jaya sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup besar," kata Dave, Minggu (31/3/2024).

Untuk itu politikus Partai Golkar ini pun mendesak pihak TNI AD untuk segera membentuk tim investigasi dan menyelesaikan kasus ledakan gudang amunisi secara jelas.

Baca Juga : TNI Perkuat Kemanunggalan dengan Rakyat Melalui Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi

"Hal ini harus didalami apakah ada kesalahan prosedur dalam penyimpanan, atau ada sejumlah amunisi yang tidak layak disimpan," tegas anak kandung tokoh senior Agung Laksono ini.

Baca Juga : Pangdam Jaya Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Gudang Amunisi di Ciangsana

Sebelumnya,  Pangdam Jaya Mayjen Mohammad Hasan membocorkan penyebab utama ledakan di gudang amunisi daerah Jaya Bekasi yang beralamat di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Menurut Hasan, ledakan itu diduga diakibatkan oleh amunisi kadarluarsa yang sudah dikembalikan dari satuan.

Baca Juga : Detik-detik Warga Kaget Dengar Ledakan saat Kebakaran Rumah Warga

“Kami menganalisa bahwa ini karena amunisi yang sudah kadaluarsa, yang sudah dikembalikan,” ucapnya.

Baca Juga : Puluhan Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit

Hasan menuturkan, telah membuat surat untuk penghapusan amunisi kadaluarsa itu dari awal tahun. Namun saat ini surat tersebut masih berproses.

“Kita kumpulkan dulu kita rapikan satu persatu, sehingga ini kemungkinan adalah karena seperti bahan peledak kan, bahan kimia ini yang kemungkinan sangat labil saat ini dan memang kami tidak pakai lagi ini,” ucapnya.

Hasan mengatakan, tidak ada sistem listrik dalam gudang amunisi nomor 6 yang berisi amunisi kadarluarsa.

“Jadi dari materil-materil amunisi sendiri yang bergesek ataupun karena labil menimbulkan asap dan menimbulkan ledakan,” terangnya.

Hasan menegaskan tidak ada korban dalam kejadian itu. Masyarakat sekitar kata Pangdam, hanya terdampak suara ledakan.

“Bunyi ledakan saja dan ada yang mungkin proyektil sampai beberapa buah dan kami sudah perintahkan untuk mengamankan,” ungkapnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)