Komisi III DPR: Operasi Pengungkapan Bisnis Narkoba Fredy Pratama Harus jadi Prioritas
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Mohamad Rano Alfath, mengapresiasi kinerja Polri dalam membongkar pabrik ekstasi gembong narkoba Fredy Pratama di Sunter, Jakarta Utara (Jakut), Senin (8/4/2024).
Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi
Menurut Rano, operasi pengungkapan bisnis narkoba Fredy Pratama harus menjadi prioritas.
Baca Juga : Usulan Penerimaan LPDP Ikuti Latihan Militer, DPR: Kenapa Tidak jika Demi Negara
“Tentu kami berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota Polri atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mengungkap kasus penggerebekan pabrik narkoba di Sunter,” kata Rano Alfath, Selasa (9/4/2024).
Politisi PKB ini berpandangan, kolaborasi yang efektif antara Polri, Dirjen Bea Cukai, serta Bea Cukai Soetta telah menghasilkan pencapaian luar biasa dalam memerangi peredaran narkoba yang merusak masyarakat.
Baca Juga : Bareskrim Sita Aset Gembong Narkoba Fredy Pratama Senilai Rp 432 Miliar, Pelaku Masih Buron
Menurut Rano, narkoba adalah ancaman serius bagi keberlangsungan dan kemajuan bangsa. Yakni merusak generasi muda, menghancurkan keluarga, dan melemahkan fondasi sosial masyarakat, dampak negatifnya benar-benar meresahkan.
“Oleh karena itu, pengungkapan pabrik narkoba ini bukan hanya sekadar operasi penegakan hukum, tetapi juga merupakan langkah penting dalam melindungi kehormatan negara,” ujar Rano.
Penyelidikan yang cermat dan penyidikan yang teliti selama 4 bulan oleh anggota Polri, kata Rano, menunjukkan komitmen yang teguh untuk membersihkan Tanah Air dari ancaman narkoba.
Langkah tegas dalam menangkap pelaku dan menyita barang bukti menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi para penjahat yang berusaha merusak masa depan generasi bangsa.
“Fredy Pratama sebagai otak di balik operasi ini juga harus jadi prioritas utama dalam penyelidikan lanjutan. Saya mengajak kawan-kawan Polri untuk terus menggeber roda keadilan, mengejar dengan tekun, dan mendalami kasus ini hingga ke akar-akarnya,” ucap Rano.
“Tidak boleh ada celah atau ruang gerak bagi mereka yang terlibat dalam peredaran narkoba. Kita harus memastikan bahwa mereka tidak luput dari pengawasan,” imbuhnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
