Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kota Medan Butuh Penambahan hingga 183 Armada Bus untuk Maksimalkan Layanan BRT Mebidang

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wali Kota Medan Rico Waras melakukan pertemuan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan perwakilan World Bank di Balai Kota, Selasa (5/5/2026). (Foto: Pemko Medan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebagai kota yang ditunjuk menjadi pilot project, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang demi menghadirkan transportasi massal yang modern dan efektif di ibu kota Provinsi Sumut.

 

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat pertemuan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan perwakilan World Bank di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga : Pemko Medan Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya

 

"Proyek ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan bagian dari visi misi saya untuk membangun sistem transportasi yang efektif dan modern di Kota Medan," katanya.

 

Baca Juga : Pemko Medan Kumpulkan 20 Ton Sampah Saat Gotong Royong Peringati Hari Lingkungan Hidup

Dalam pertemuan itu, Rico Waas mengungkapkan, Kota Medan masih membutuhkan tambahan armada yang signifikan hingga sebanyak 183 bus, untuk menambah bus yang sudah beroperasi saat ini.

 

​"Saat ini kita punya 60 bus eksisting, namun kita butuh 183 bus lagi. Saya lebih prepare untuk membeli bus agar pelayanannya maksimal. Kami akan kalkulasi dengan benar dan pengadaannya dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Baca Juga : Rico Waas Ajak DPRD Sumut Perkuat Sinergi Dukung Program Strategis Medan

 

​Menyadari pembangunan infrastruktur di tengah kota seringkali memicu kepadatan lalu lintas, Rico Waas telah menyiapkan langkah antisipatif. Pemko Medan secara intensif berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk memetakan titik-titik rawan macet, terutama di pusat kota.

 

Baca Juga : Rico Waas Targetkan Transformasi Kota Medan Melalui BRT Mebidang hingga PSEL Terjun

"Kami akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Kepolisian agar dapat solusi mengatasi titik-titik kemacetan yang timbul selama pembangunan BRT," sebutnya.

 

Mengingat pembangunan BRT ini demi kepentingan masyarakat, dia berharap dukungan penuh masyarakat agar proyek ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Baca Juga : Jelang Rakernas APEKSI XVIII, Pemko Medan Matangkan Persiapan Sambut Wali Kota se-Indonesia

 

"Mari kita saling mendukung untuk kepentingan masyarakat, apalagi ini adalah pilot project, kami berharap masyarakat juga ikut mendukungnya," harapnya.

 

Sebelumnya Kasubbid Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Andi Faizah Arsal melaporkan ada beberapa poin penting di antaranya status kesiapan kota Medan sebagai Pilot Project pembangunan BRT yang dinyatakan telah siap.

Lalu penajaman skema pendanaan, tanggung jawab, hingga deadline pembangunan.

 

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, Kota Medan harus bisa menjadi kota percontohan bagi daerah lain," ungkapnya.

 

​Sementara itu, Nupur Gupta dari World Bank optimis proyek ini akan tuntas tepat waktu pada tahun 2027.

 

"Semua sudah berada di jalur yang tepat. Peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menjamin kelancaran proyek ini," katanya.

 

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa catatan teknis untuk menyempurnakan pembangunan BRT yang nantinya akan menjadi primadona transportasi massal di Kota Medan.

(zie/nusantaraterkini.co)