Nusantaraterkini.co, MEDAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif melalui kegiatan Panen Program Ketahanan Pangan di area lahan pembinaan Lapas Kelas I Medan.
Kegiatan panen ini, merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan. Program ini melibatkan warga binaan yang telah melalui tahapan pembinaan dan pelatihan pertanian secara terstruktur.
Baca Juga : AFF U19 2026: Kalahkan Singapura 4-0, Thailand Puncaki Klasemen Grup B
Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi menjelaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.
Baca Juga : AFF U19 : Kurung Pertahanan Singapura, Thailand Unggul 2-0 di Babak Pertama
“Program ketahanan pangan ini kami rancang sebagai sarana pembinaan produktif. Warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga belajar tentang proses, tanggung jawab, dan hasil dari kerja keras mereka,” ujarnya, kamis (26/2/2026).
Pada panen kali ini, lahan pembinaan menghasilkan kangkung sebanyak 40 kilogram. Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan optimalisasi lahan sekaligus bukti bahwa pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, hasil panen juga menjadi sarana pembelajaran manajemen produksi bagi warga binaan.
Baca Juga : Sambut Waisak 2570 BE, Lapas Kelas I Medan Gelar Silaturahmi Lintas Agama
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen, warga binaan terlibat aktif di bawah pengawasan dan pendampingan petugas.
Baca Juga : H+2 Lebaran, Lapas Kelas I Medan Dipenuhi Keluarga Warga Binaan yang Berkunjung
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga pada pembentukan mental dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
