Nusantaraterkini.co, MEDAN - Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut menganggap Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus bekerja sambil melawak.
Pasalnya, Erni Ariyanti Sitorus dianggap tak bisa dikritik sebagai pimpinan di DPRD Sumut. Lucunya, menurut Bendahara Umum Badko HMI Sumut, Fikri Ihsan Rangkuti, ketika dikritik, Erni Ariyanti Sitorus menggunakan kekuasaannya sebagai Ketua DPRD Sumut untuk membuat laporan ke Polisi.
"Kita lihat lucu juga seorang pemimpin di DPRD Sumut yang anti kritik. Padahal pejabat publik, yang harusnya menerima kritikan sebagai bentuk berdemokrasi," kata Fikri, dalam keterangan kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (20/8/2025) malam.
Dalam hal ini, Erni Ariyanti Sitorus melaporkan beberapa akun media sosial Instagram ke Polda Sumut, terkait pencemaran nama baik pada pasal UU ITE.
Menurut Fikri, komentar yang berada di akun media sosial tersebut tidak sepenuhnya menghina atau melecehkan martabat seorang pejabat publik.
"Pejabat publik itu harus menerima kritikan. Begitu saya lihat tidak begitu melecehkan dan menghina komentar itu. Kita lihat ini Ketua DPRD Sumut lebay dan baperan," jelasnya.
Fikri mengatakan, sebagai seorang pemimpin, Erni Ariyanti Sitorus itu harusnya dapat menjaga stabilitas perpolitikan di Sumatera Utara. Bukan malah menambah masalah, sehingga dianggap sebagai bentuk penzholiman terhadapnya.
"Pimpinan DPRD Sumut itu masa mengurusi hal ini, harusnya kan menjaga stabilitas perpolitikan yang ada. Jangan pula malah menjadi aktor untuk memecah situasi," ungkapnya.
Kemudian, Fikri berharap, Erni Ariyanti Sitorus dapat belajar lagi menjadi seorang pemimpin. Jangan pula, sambung Fikri seperti Star Syndrom, karena jabatan.
"Harusnya belajar dari para pendahulu, bagaimana menenangkan situasi di Sumut, agar daerah ini aman dan nyaman," ujarnya.
Baca Juga : Sesama Kader Golkar Erni Ariyanti Polisikan Hamdani, Ijeck Panggil Keduanya Sabtu Ini
Fauzi berharap lebih kepada sosok wanita Erni Ariyanti Sitorus, agar dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin.
"Kita bangga melihat adanya sosok perempuan yang menjadi pimpinan di DPRD Sumut. Tapi janganlah karena wanita, terus mudah baperan dengan perpolitikan," katanya.
Menurutnya, setiap orang bebas mendapatkan hak dan kebebasan berpendapat di publik. Namun, katanya Erni Ariyanti Sitorus juga harus dewasa, bahwa dia menjalankan tugas sebagai pemimpin, bukan ibu rumah tangga.
"Setiap orang itu bebas menyampaikan pandangannya dan kritikan. Ketua DPRD Sumut harus dewasa berpolitik, jangan karena hal ini langsung baper hingga menganggap hal tersebut sebagai lawan," jelasnya.
Laporan Erni Ariyanti Sitorus ke Polda Sumut bermula pada komentar di media sosial Instagram @hastaranesia.id yang mengunggah visual foto Gubernur Bobby Nasution dan Erni Ariyanti dengan judul ‘Bestie Politik’ yang dinilai melemahkan fungsi dan pengawasan legislatif.
Diketahui Erni Ariyanti Sitorus merupakan adik dari Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus.
Hendri Yanto Sitorus kini mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Sumut dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang akan datang.
Didukung DPD Golkar Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus maju dalam pemilihan orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut.
(fer/nusantaraterkini.co)
