Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Lebih Dekat dengan Peserta, BPJS Kesehatan Buka Ruang Tanya Jawab Keluhan di TikTok Live

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar TikTok Live BPJS Kesehatan On Air. (Foto: dok istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN — BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Salah satunya melalui program “BPJS Kesehatan On Air”, yakni siaran langsung (live) di platform TikTok yang menghadirkan edukasi sekaligus ruang interaksi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga : BPJS Kesehatan Beri Perlindungan JKN untuk 2.247 Relawan SPPG di Sumatera Utara

Asisten deputi bidang SDMUK, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, Iwan Adriady menjelaskan, program ini mulai dilaksanakan sejak September 2025 sebagai bagian dari strategi komunikasi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Baca Juga : Pangi Chaniago Desak Prabowo Turun Tangan, Soroti Harga Pokok hingga BPJS

“BPJS Kesehatan On Air merupakan sarana sosialisasi, edukasi, sekaligus penyelesaian permasalahan atau keluhan masyarakat terkait program JKN,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (7/4/2026). 

Ia menambahkan, program ini menyasar seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya pengguna media sosial TikTok yang saat ini menjadi salah satu platform paling populer di Indonesia.

Baca Juga : Pemprov Sumut Klaim Pelayanan Kesehatan Masyarakat Naik Kelas, Umur Harapan Hidup Meningkat

Program ini dilaksanakan secara rutin oleh seluruh unit kerja BPJS Kesehatan, mulai dari kantor pusat, 12 kantor wilayah, hingga 127 kantor cabang di seluruh Indonesia. Setiap unit kerja diwajibkan menggelar siaran langsung minimal satu kali dalam seminggu dengan durasi sekurang-kurangnya 60 menit.

Baca Juga : Komdigi Bekukan Tiktok! Tiktokers Tidak Bisa Live Lagi

Dalam setiap sesi, narasumber yang dihadirkan berasal dari internal BPJS Kesehatan, namun tidak menutup kemungkinan juga melibatkan pihak eksternal sesuai kebutuhan topik yang dibahas.

Iwan juga mengungkapkan, sejak diluncurkan, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Partisipasi penonton terus meningkat signifikan. Pada awal pelaksanaan, jumlah penonton berkisar antara 500 hingga 3.000 orang per sesi. Namun kini, di beberapa unit kerja, jumlah penonton bahkan telah menembus angka lebih dari 20.000.

“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat dengan menginformasikan jadwal live sebelumnya, sehingga masyarakat dapat ikut serta dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.

Untuk wilayah Kedeputian Wilayah I melalui akun @bpjswilayah1, rata-rata jumlah penonton dalam tiga sesi terakhir mencapai sekitar 3.500 orang.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama siaran berlangsung. Bahkan setelah sesi berakhir, masyarakat masih dapat menyampaikan pertanyaan melalui pesan langsung (direct message) atau formulir yang disediakan.

Adapun topik yang paling sering ditanyakan bersifat dinamis, mengikuti isu yang berkembang. Misalnya, pada Februari 2026 lalu, banyak masyarakat yang menanyakan terkait penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan dan solusi untuk mengaktifkannya kembali. Selain itu, pertanyaan seputar program UHC Sumatera Utara dan Probis Sumut Berkah juga kerap muncul.

Untuk menarik minat masyarakat, BPJS Kesehatan melakukan berbagai persiapan sebelum siaran, mulai dari publikasi jadwal di berbagai platform media sosial, penyiapan materi dan narasumber, hingga pengaturan tampilan visual yang menarik.

Melalui program ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi yang akurat sekaligus memperoleh solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam mengakses layanan JKN.

(zie/nusantaraterkini.co)