Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Lestari Moerdijat: Butuh Dukungan Nyata Ajukan Seni Ukir Jepara Jadi Warisan UNESCO

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat (Foto: dok.MPR)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan dibutuhkan dukungan nyata masyarakat dalam proses pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTB) UNESCO.

"Secara administratif proses pendaftaran seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan komunitas yang ada di Jepara," kata Rerie sapaan akrabnya, Rabu (28/5/2025).

Hal tersebut ia sampaikan pada kunjungan Duta Besar Bosnia-Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo di Jepara, Jawa Tengah.

Baca Juga : Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, HNW: Israel Harus Disanksi

Kunjungan Dubes Limo ke Jepara merupakan bagian dari proses pengajuan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO melalui mekanisme ekstensi dengan seni ukir kayu di Kota Konjic, Bosnia-Herzegovina yang sudah lebih dahulu terdaftar sebagai WBTB di UNESCO pada 2017.

Pada acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, juga berlangsung penandatanganan deklarasi dukungan pengajuan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO oleh Rerie, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) Semarang Prof Dr Alamsyah, serta sejumlah anggota Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Selain itu, dari kalangan pengusaha, pendidik, dan komunitas pemerhati budaya juga ikut menandatangani deklarasi tersebut, seperti antara lain Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Yayasan Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan, Komunitas Ukir Jepara, dan Komunitas Jepara Gerak. Menurut Rerie, kedatangan Dubes Bosnia-Herzegovina ke Jepara merupakan momentum penting bagi masyarakat Jepara yang saat ini sedang berupaya mengajukan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO.

Baca Juga : UU PPRT Disahkan, Lestari Moerdijat: Langkah Nyata Emansipasi Perempuan

Pada acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, juga berlangsung penandatanganan deklarasi dukungan pengajuan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO oleh Rerie, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) Semarang Prof Dr Alamsyah, serta sejumlah anggota Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Selain itu, dari kalangan pengusaha, pendidik, dan komunitas pemerhati budaya juga ikut menandatangani deklarasi tersebut, seperti antara lain Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Yayasan Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan, Komunitas Ukir Jepara, dan Komunitas Jepara Gerak.

Menurut Rerie, kedatangan Dubes Bosnia-Herzegovina ke Jepara merupakan momentum penting bagi masyarakat Jepara yang saat ini sedang berupaya mengajukan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO.

Baca Juga : MPR: Guru Perempuan Adalah Kunci Utama Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

"Penandatanganan deklarasi dukungan oleh segenap tokoh dan masyarakat Jepara menunjukkan keberadaan seni ukir Jepara yang sudah menjadi bagian keseharian kehidupan masyarakat," jelas Rerie.

Rerie mengungkapkan proses pengajuan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO melalui mekanisme ekstensi ini masih sangat tergantung pada kesediaan Pemerintah Kota Konjic di Bosnia-Herzegovina.

Ia pun sangat berharap dukungan semua pihak dapat terus diwujudkan, sehingga kearifan lokal masyarakat berupa seni ukir Jepara tetap lestari dan segera diakui sebagai WBTB dunia. 

(cw1/nusantaraterkini.co).