Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan target untuk menggulirkan Liga 1 Putri pada tahun 2026-2027 mendatang.
Target tersebut dianggap paling bijaksana dan realistis sebab PSSI ingin menggulirkan Liga 1 Putri yang matang dan tidak setengah-setengah.
Beberapa waktu terakhir, muncul desakan untuk segera menggulirkan kembali Liga 1 Putri yang sudah vakum hampir lima tahun terakhir.
Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama
Desakan ini muncul sejalan dengan misi PSSI untuk mengangkat prestasi timnas putri menuju Piala Dunia 2030.
Keberadaan kompetisi sangat krusial sebagai wadah untuk para pemain mengasah kualitas, sekaligus sebagai "Kawah Candradimuka" talenta-talenta muda memantaskan diri.
Pesan tersebut ditangkap oleh Erick Thohir, tetapi ia mengungkapkan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Baca Juga : Fakta Laga Indonesia vs Myanmar: Tiket Sold Out, Kursi Stadion Banyak Kosong
Salah satu pertimbangannya adalah minimnya talenta yang layak tampil kancah profesional. Ia berkeinginan menggulirkan Liga 1 Putri yang benar-benar serius dan profesional, bukan hanya sekedar penyelenggaraan untuk menggugurkan kewajiban.
Orang nomor satu di PSSI itu menegaskan sepak bola Indonesia sedang mendapatkan perhatian dunia. Ia tidak ingin menggulirkan kompetisi setengah matang.
"Kami di Exco, Bu Vivin, Bu Tisha, kami semua punya komitmen untuk melahirkan Liga 1 Putri. Saya waktu itu menjanjikan 2026-2027 karena memang dorongan banyak sekali, tetapi talent pool-nya belum cukup," ujar Erick Thohir, dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga : Piala Asia Wanita: Jepang Juara untuk Ketiga Kalinya Usai Tekuk Australia
"Kalau melahirkan liga, tetapi berhenti di tengah jalan karena kekurangan pemain, kualitas buruk, itu kan mempermalukan kita sebagai bangsa. Kalau kita bicara ligam pasti di-benchmarking yang ada di Asia Tenggara atau bahkan dunia," imbuhnya.
Pertimbangan lainnya sepak bola putri di negara-negara mapan juga masih terus berkembang.
"Sepak bola putri ini juga sebuah kompetisi yang baru meledak ketika ada kejuaraan dunia di Australia kemarin. Kita lihat bagaimana pertumbuhan di Amerika sendiri, liga putri masih konsolidasi, di Inggris sudah cukup solid," tutur mantan Presiden Inter Milan itu.
Baca Juga : Piala Asia Wanita 2026: Empat Negara Kunci Tiket Semifinal dan Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2027
Kendati demikian struktur dan skema Liga 1 Putri sudah disiapkan, mulai dari format kompetisi, model bisnis industri, sampai masalah pendanaan sudah digodok dengan matang.
"Kalau talent pool-nya cukup, nanti 8 klub. karena memang kalau di bawah 8, musim kompetisi terlalu pendek, kalau di atas 8 takut tidak kuat karena ada cashflow uang, sponsor, dll," jelas Erick Thohir.
Ia meyakinkan seluruh pihak untuk bersabar dan menunggu proses untuk Liga 1 Putri. PSSI berkomitmen untuk membawa sepak bola putri kembali bangkit.
"Jadi, insya Allah di 2026-2027, kami sudah diskusikan, nanti kalau sudah matang baru presentasikan ke Exco baru umumkan di kongres tahun depan. itu komitmennya, tetapi memang mesti bertahap pembangunannya," katanya.
Di sisi lain, keseriusan PSSI untuk membangkitkan sepak bola putri di Indonesia ditunjukkan pada persiapan timnas Indonesia Putri menuju agenda terdekat.
Tidak tanggung-tanggung Rp 36 miliar rupiah digelontorkan untuk memaksimalkan. (rsy/nusantaraterkini.co)
Target pertama adalah Piala AFF yang dilanjutkan dengan Piala Asia dan target utama Piala Dunia. Timnas Putri Indonesia saat ini tengah digembleng di bawah kepelatihan Satoru Mochizuki yang pernah sukses membawa timnas putri Jepang disegani. Pada saat yang sama, kepanjangan tangan PSSI telah bergerak melakukan pembibitan mulai dari seleksi talenta usia 15-17 tahun.
