Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Longsor Tutup Jalur Pelabuhanratu–Surade, Akses Nasional di Desa Loji Lumpuh Total

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Longsor yang menimbun jalan nasional ruas Bagbagan - Kiaradua di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. foto: istimewa (Foto: Dok. Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, SUKABUMI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu terjadinya longsor di jalur nasional Bagbagan–Kiaradua, tepatnya di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Minggu (11/1/2026).

Material longsoran menimbun badan jalan sehingga akses utama yang menghubungkan Palabuhanratu dengan Surade dan kawasan selatan Sukabumi tidak dapat dilalui sama sekali, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti, menjelaskan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga siang hari, kondisi di lokasi masih sangat berbahaya karena tanah terus bergerak akibat hujan berintensitas tinggi yang belum reda.

Baca Juga : Tinjau Lokasi Terdampak Longsor di Sukabumi, Kepala BNPB: Relokasi Adalah Solusi

“Untuk sementara jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan karena material longsoran terus turun dan menutup badan jalan,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, kawasan Bagbagan–Kiaradua memang rawan longsor lantaran memiliki kontur tanah yang labil dan berada di kawasan perbukitan. Saat curah hujan tinggi, potensi longsor di sepanjang jalur tersebut meningkat.

Petugas gabungan saat ini berupaya melakukan pembersihan material longsoran. Namun proses evakuasi terkendala kondisi cuaca yang belum mendukung.

“Selama hujan masih turun, material longsor terus bergerak sehingga alat berat belum bisa bekerja maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saepul Rohman, menyampaikan bahwa longsor juga terjadi di wilayah lain, tepatnya di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, pada waktu yang hampir bersamaan.

Longsor tersebut menyebabkan sebagian jalan provinsi penghubung Kota Sukabumi dengan wilayah selatan mengalami amblas. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, arus lalu lintas di lokasi diberlakukan sistem buka tutup.

“Di Nyalindung masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, namun harus bergantian karena ada bagian jalan yang amblas,” kata Aah.

Hingga sore hari, hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor.

(Dra/nusantaraterkini.co).