Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Bank Indonesia melaporkan kinerja sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sumatera Selatan (Sumsel) tumbuh akseleratif sepanjang tahun 2025 dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun.
Lonjakan performa digital ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 117,89 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode 2024, yang juga diikuti dengan kenaikan volume transaksi sebesar 198,41 persen atau setara dengan 4,2 juta transaksi.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan, jika capaian ini didukung oleh ekosistem yang semakin luas, di mana jumlah pengguna telah melampaui target tahunan.
Baca Juga : Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Sungai Enim
“Dan posisinya volume transaksi juga meningkat signifikan sebesar 198,41% dengan total 4,2 juta transaksi,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Ia merincikan saat ini jumlah merchant atau pemilik kode QRIS di Sumsel telah menyentuh angka 1,1 juta, sementara jumlah pengguna aktif mencapai 1,48 juta orang.
Baca Juga : Pertamina Temukan Cadangan Minyak Baru, Potensi Produksi Hingga 2.184 Barel Per Hari
Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan untuk tahun 2025 sebesar 1,42 juta pengguna. Atas capaian positif tersebut, Bank Indonesia berencana menaikkan target capaian QRIS untuk tahun 2026.
Baca Juga : CFD Palembang Bakal Diluncurkan 14 Juni 2026
“Intinya paling tidak capaian ini sudah jauh dari target yang ditetapkan 2025, jadi pastinya target tahun ini (2026) akan lebih tinggi,” katanya.
Selain transformasi digital, Bank Indonesia juga memastikan stabilitas aliran uang kartal di wilayah Sumsel tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.
Baca Juga : Realisasi Belanja Negara di Sumsel Tembus Rp12,61 Triliun hingga April 2026
Ia menjelaskan jika hingga pengujung Desember 2025, aliran uang rupiah di Sumsel mencatatkan posisi net outflow.
Baca Juga : Geledah Kantor KUPP OKI, Kejati Sumsel Sita 17 Bundel Dokumen SPB
“Hingga Desember 2025 aliran uang kartal Sumsel berada pada net outflow Rp2,08 triliun,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
