Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sabar itu indah, bersabar diri merupakan ciri orang yang menghadapi berbagai kesulitan dengan lapang dada, kemauan yang keras serta ketabahan yang besar.
Maka dari itu, apabila kita tidak bersabar, maka apa yang bisa kita lakukan?
Apakah kalian memiliki solusi lain selain bersabar? Dan apakah kalian mengetahui senjata lain yang dapat kita gunakan selain kesabaran?
Konon, seorang pembesar negeri ini memiliki 'ladang gembalaan' dan 'lapangan' yang selalu ditimpa musibah; setiap kali selesai dari satu kesulitan, kesulitan yang lain selalu datang mengunjunginya.
Meski demikian, dikutip dari buku La Tahzan halaman 38, ternyata ia tetap berlindung di balik perisai kesabaran dan mengenakan tameng keyakinan kepada Allah.
Baca Juga: Sabar dan Tawakal dalam Mengelola Kecemasan: Sebuah Pendekatan Psikologi Islam
Demikian itulah orang-orang mulia dan terhormat bertarung melawan setiap kesulitan dan menjatuhkan semua bencana itu terkapar di atas tanah.
Syahdan, ketika menjenguk Abu Bakar yang sedang terbaring sakit, para sahabat berkata kepadanya, "Bolehkah kami panggilkan seorang tabib untuk mengobatimu?”
"Seorang tabib telah memeriksaku!," jawab Abu Bakar.
Para sahabat pun bertanya, "Lalu apa yang ia katakan?"
la berkata, "Sesungguhnya aku boleh melakukan apa saja yang aku mau.”
Bersabarlah karena Allah!
Dan sebaiknya Anda bersabar sebagaimana kesabaran orang yang yakin akan datangnya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik, mengharap pahala, dan senang mengingkari kejahatan.
Seberapa pun besar permasalahan yang Anda hadapi, tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran.
Jalan keluar datang bersama kesulitan. Dan, dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan.
Saya pernah membaca biografi sejumlah orang terkenal, dan saya tertegun dengan besarnya kesabaran dan agungnya ketabahan mereka.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat: Bersabar dan Memetik Hikmah di Balik Musibah
Deraan musibah itu mereka anggap sebagai tetesan air dingin yang memercik di kepala mereka.
Mereka tak tergoyahkan laksana gunung, dan menancap jauh ke dalam kebenaran. Dalam waktu singkat mereka dapat melupakan semua kesedihan itu dan wajah mereka kembali berbinar menyorotkan cahaya kemenangan.
Bahkan, ada satu di antara mereka yang tidak hanya cukup bersabar, namun justru menghadang semua bencana itu dan berteriak lantang di hadapan musibah-musibah itu sambil menyatakan tantangannya.
(Akb/nusantaraterkini.co">nusantaraterkini.co)
