nusantaraterkini.co, MEDAN – Infeksi jamur kulit termasuk salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang. Jamur ini tumbuh subur di area lembap pada tubuh, seperti lipatan kulit, ketiak, sela jari, lipat paha, hingga area kelamin.
Meski umumnya tidak berbahaya, infeksi jamur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, bahkan memengaruhi kepercayaan diri. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
Apa Itu Jamur Kulit?
Baca Juga : Sejumlah Spesies Jamur Baru Berhasil Ditemukan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Jamur adalah organisme mikroskopis yang bisa hidup di berbagai tempat: tanah, air, udara, hingga tubuh manusia. Sebagian jamur tidak menimbulkan masalah, namun ada juga yang berkembang biak berlebihan dan menyebabkan infeksi.
Mereka biasanya "betah" di area yang lembap, hangat, dan kurang terjaga kebersihannya. Itulah sebabnya lipatan kulit atau bagian intim sering jadi target serangan jamur.
Jenis-Jenis Infeksi Jamur Kulit
Baca Juga : Resep dan Cara Membuat Dimsum Ayam Jamur, Camilan Lezat Cocok Dijadikan Sumber Penghasil Cuan
Beberapa infeksi jamur yang umum dijumpai antara lain:
Kurap (tinea)
Infeksi menular yang bisa muncul di badan, kepala, selangkangan, atau kaki. Tandanya berupa ruam melingkar, bersisik, dan gatal.
Baca Juga : Yuk, Kenali Cara Memilih Kosmetik yang Aman untuk Kulitmu
Jamur kuku (tinea unguium)
Menyerang kuku tangan maupun kaki. Kuku menjadi rapuh, menebal, dan berubah warna.
Panu (tinea versicolor)
Baca Juga : Ini 7 Makanan yang Wajib Dikonsumsi agar Kulit Tetap Sehat
Ditandai bercak putih atau kecokelatan pada kulit, biasanya di punggung, leher, atau lengan. Tidak menular, namun sering kambuh.
Disebabkan oleh jamur Candida. Umumnya muncul di lipatan kulit, area kelamin, mulut, hingga pada bayi sebagai ruam popok.
Faktor Penyebab dan Risiko
Beberapa jamur yang paling sering menimbulkan infeksi kulit adalah Candida, Dermatophyta, dan Malassezia.
Risiko infeksi meningkat bila seseorang:
Hidup di iklim tropis atau daerah lembap
Sering memakai pakaian ketat dan tidak menyerap keringat
Jarang menjaga kebersihan tubuh
Berbagi handuk, pakaian, atau sepatu dengan orang lain
Mengalami obesitas
Memiliki daya tahan tubuh lemah (misalnya penderita diabetes atau HIV/AIDS)
Mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Setiap jenis jamur memberikan tanda yang berbeda. Misalnya:
Kurap: ruam melingkar kemerahan, gatal, kulit bersisik, atau melepuh.
Jamur kuku: kuku menguning, rapuh, menebal, bahkan terlepas.
Panu: bercak putih atau cokelat, gatal ringan, kulit tampak bersisik.
Kandidiasis: ruam merah, rasa gatal atau terbakar, cairan putih dari vagina, atau bintik putih di mulut (sariawan jamur).
Jika gejala makin parah atau tidak membaik dengan perawatan sederhana, segera periksa ke dokter.
Cara Mengatasi Jamur Kulit
Pengobatan umumnya dilakukan dengan obat antijamur berbentuk krim, salep, atau obat minum. Beberapa yang sering diresepkan antara lain clotrimazole, ketoconazole, terbinafine, atau fluconazole.
Selain itu, penderita juga dianjurkan:
Menjaga area infeksi tetap kering dan bersih
Menghindari pakaian ketat
Tidak menggaruk kulit yang gatal
Selalu memakai alas kaki di tempat umum, seperti kamar mandi atau kolam renang
Bisakah Dicegah?
Tentu saja. Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat mengurangi risiko infeksi jamur kulit:
Rutin mandi dan mengganti pakaian dalam
Mengeringkan tubuh, terutama lipatan kulit, setelah berkeringat atau mandi
Tidak berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau sepatu
Menjaga pola makan sehat untuk mendukung daya tahan tubuh
Mengenakan pakaian longgar dan berbahan katun yang menyerap keringat
Menggunakan sandal saat berada di fasilitas umum.
Jamur kulit memang sering dianggap sepele, padahal bisa menimbulkan rasa gatal berkepanjangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Menjaga kebersihan tubuh, memilih pakaian yang tepat, serta segera mengobati gejalanya adalah kunci untuk mencegah infeksi semakin meluas.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
(Dra/nusantaraterkini.co).
