Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mengenal Jamur Kulit yang Bisa Menyerang Area Intim: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, MEDAN – Infeksi jamur kulit termasuk salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang. Jamur ini tumbuh subur di area lembap pada tubuh, seperti lipatan kulit, ketiak, sela jari, lipat paha, hingga area kelamin.

Meski umumnya tidak berbahaya, infeksi jamur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, bahkan memengaruhi kepercayaan diri. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Apa Itu Jamur Kulit?

Baca Juga : Sejumlah Spesies Jamur Baru Berhasil Ditemukan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet

Jamur adalah organisme mikroskopis yang bisa hidup di berbagai tempat: tanah, air, udara, hingga tubuh manusia. Sebagian jamur tidak menimbulkan masalah, namun ada juga yang berkembang biak berlebihan dan menyebabkan infeksi.

Mereka biasanya "betah" di area yang lembap, hangat, dan kurang terjaga kebersihannya. Itulah sebabnya lipatan kulit atau bagian intim sering jadi target serangan jamur.

Jenis-Jenis Infeksi Jamur Kulit

Baca Juga : Resep dan Cara Membuat Dimsum Ayam Jamur, Camilan Lezat Cocok Dijadikan Sumber Penghasil Cuan

Beberapa infeksi jamur yang umum dijumpai antara lain:

Kurap (tinea)

Infeksi menular yang bisa muncul di badan, kepala, selangkangan, atau kaki. Tandanya berupa ruam melingkar, bersisik, dan gatal.

Baca Juga : Yuk, Kenali Cara Memilih Kosmetik yang Aman untuk Kulitmu

Jamur kuku (tinea unguium)

Menyerang kuku tangan maupun kaki. Kuku menjadi rapuh, menebal, dan berubah warna.

Panu (tinea versicolor)

Baca Juga : Ini 7 Makanan yang Wajib Dikonsumsi agar Kulit Tetap Sehat

Ditandai bercak putih atau kecokelatan pada kulit, biasanya di punggung, leher, atau lengan. Tidak menular, namun sering kambuh.

Kandidiasis

Disebabkan oleh jamur Candida. Umumnya muncul di lipatan kulit, area kelamin, mulut, hingga pada bayi sebagai ruam popok.

Faktor Penyebab dan Risiko

Beberapa jamur yang paling sering menimbulkan infeksi kulit adalah Candida, Dermatophyta, dan Malassezia.

Risiko infeksi meningkat bila seseorang:

Hidup di iklim tropis atau daerah lembap

Sering memakai pakaian ketat dan tidak menyerap keringat

Jarang menjaga kebersihan tubuh

Berbagi handuk, pakaian, atau sepatu dengan orang lain

Mengalami obesitas

Memiliki daya tahan tubuh lemah (misalnya penderita diabetes atau HIV/AIDS)

Mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Setiap jenis jamur memberikan tanda yang berbeda. Misalnya:

Kurap: ruam melingkar kemerahan, gatal, kulit bersisik, atau melepuh.

Jamur kuku: kuku menguning, rapuh, menebal, bahkan terlepas.

Panu: bercak putih atau cokelat, gatal ringan, kulit tampak bersisik.

Kandidiasis: ruam merah, rasa gatal atau terbakar, cairan putih dari vagina, atau bintik putih di mulut (sariawan jamur).

Jika gejala makin parah atau tidak membaik dengan perawatan sederhana, segera periksa ke dokter.

Cara Mengatasi Jamur Kulit

Pengobatan umumnya dilakukan dengan obat antijamur berbentuk krim, salep, atau obat minum. Beberapa yang sering diresepkan antara lain clotrimazole, ketoconazole, terbinafine, atau fluconazole.

Selain itu, penderita juga dianjurkan:

Menjaga area infeksi tetap kering dan bersih

Menghindari pakaian ketat

Tidak menggaruk kulit yang gatal

Selalu memakai alas kaki di tempat umum, seperti kamar mandi atau kolam renang

Bisakah Dicegah?

Tentu saja. Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat mengurangi risiko infeksi jamur kulit:

Rutin mandi dan mengganti pakaian dalam

Mengeringkan tubuh, terutama lipatan kulit, setelah berkeringat atau mandi

Tidak berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau sepatu

Menjaga pola makan sehat untuk mendukung daya tahan tubuh

Mengenakan pakaian longgar dan berbahan katun yang menyerap keringat

Menggunakan sandal saat berada di fasilitas umum.

Jamur kulit memang sering dianggap sepele, padahal bisa menimbulkan rasa gatal berkepanjangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Menjaga kebersihan tubuh, memilih pakaian yang tepat, serta segera mengobati gejalanya adalah kunci untuk mencegah infeksi semakin meluas.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

(Dra/nusantaraterkini.co).