Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menlu Iran: Serangan AS-Israel Rusak 600 Sekolah dan Tewaskan 1.000 Siswa-Guru

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan yang hancur di sebuah area permukiman pascaserangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Foto: Xinhua/Shadati)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JENEWA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (27/3/2026) mengatakan, lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran telah hancur atau rusak sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan aksi militer terhadap negara tersebut pada 28 Februari, dengan lebih dari 1.000 siswa dan guru tewas atau terluka.

Berbicara melalui sambungan video dalam sebuah diskusi darurat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Araghchi mengatakan sebuah sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan, terkena serangan yang disebutnya sebagai serangan terencana, menewaskan lebih dari 175 siswa dan guru.

Baca Juga : Konsumen Zona Euro Was-was Inflasi Tetap Tinggi Akibat Lonjakan Harga Minyak

Araghchi mengatakan, Iran sedang berada di tengah guncangan perang ilegal oleh AS dan Israel, menyebutnya sebagai perang agresi yang secara terang-terangan tidak dapat dibenarkan dan brutal.

Baca Juga : Iran dan AS Susun MoU 14 Klausul untuk Akhiri Perang, Fokus pada Gencatan Senjata

Dia menegaskan, penargetan terhadap sekolah tersebut merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta mengatakan insiden itu bukan sekadar insiden biasa atau miskalkulasi, melainkan tindakan yang perlu dikecam dengan tegas dan harus dipertanggungjawabkan.

Dia juga mengecam serangan berkelanjutan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap target-target sipil, termasuk rumah sakit, ambulans, tenaga kesehatan, tenaga penyelamat Bulan Sabit Merah, kilang minyak, sumber air, dan area permukiman, dengan mengatakan bahwa tindakan seperti itu mencerminkan pola serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tanpa menghiraukan hukum perang dan prinsip dasar kemanusiaan. 

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

"Pola penargetan penyerang, yang disertai dengan retorika mereka, hampir tidak menyisakan keraguan mengenai niat jelas mereka untuk melakukan genosida," ujarnya.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen ​

Araghchi mengatakan Iran tidak pernah menginginkan perang, tetapi akan dengan tegas membela diri, seraya menambahkan bahwa rakyat Iran memiliki tekad dan keteguhan untuk melawan apa yang digambarkannya sebagai agresi.

Dia juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Sumber: Xinhua