Nusantaraterkini.co, MOSKOW - Moskow menilai situasi terkait Iran harus diselesaikan secara damai, karena penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan bertambahnya masalah, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin (9/2/2026).
"Kami memantau secara saksama perkembangan terkait Iran. Kami menyambut baik upaya mediasi yang ditawarkan Kesultanan Oman. Dan tentu saja, kami berangkat dari pemahaman bahwa harus ada penyelesaian damai dalam hal ini," ujarnya pada acara Konferensi Timur Tengah yang digelar di sela-sela Valdai International Discussion Club di Moskow.
Baca Juga : Rusia Diduga Bocorkan Intelijen ke Iran soal Posisi Militer AS, Pentagon: Kami Tidak Khawatir
Pemerintahan Donald Trump telah mengerahkan gugus tempur kapal induk dan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah, sementara presiden Amerika Serikat itu terus melayangkan peringatan kepada Iran sebagai upaya untuk memaksa negara tersebut mencapai kesepakatan nuklir.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
Moskow merasa prihatin dan khawatir terhadap masa depan Iran, dan Rusia tertarik pada normalisasi penuh hubungan antara Iran dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), kata Lavrov.
Menurutnya, pemulihan hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi telah menciptakan prasyarat yang diperlukan untuk hal tersebut.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
(*/nusantaraterkini.co)
