Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Pagi Hari, BPPTKG Perbarui Peta Bahaya

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Senin (4/3/2024) sore. (Foto: BPPTKG)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JATENG – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Gunung api yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini meluncurkan awan panas guguran pada Jumat pagi (2/1/2026).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan fenomena tersebut teramati pada pukul 07.39 WIB. Awan panas tercatat meluncur sejauh sekitar 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, kejadian tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 19,33 mm dan durasi 136 detik, sementara arah angin bertiup ke timur.

Baca Juga : Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,5 Km ke Arah Kali Boyong

Selain awan panas, aktivitas guguran lava juga terpantau sepanjang Kamis (1/1/2026). Dalam periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat lima kali guguran lava dari kubah Merapi.

Guguran lava tersebut dominan mengarah ke sektor barat daya, yakni ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya.

Baca Juga : 20 Orang Diamankan Gegara Naik Gunung Merapi saat Berstatus Siaga Level III

Wilayah yang masuk dalam zona rawan meliputi Sungai Boyong dengan jarak potensi bahaya hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang berpotensi terdampak hingga 7 kilometer dari puncak.

Sementara di sektor tenggara, ancaman aliran material vulkanik mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

BPPTKG juga mengingatkan, apabila terjadi letusan bersifat eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari kawah. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi.

Baca Juga : Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Guguran, BPPTKG Masih Tetapkan Level Siaga

(Dra/nusantaraterkini.co).