Meutya Hafid Merasa Heran, Banyak Pertanyaan dalam Debat Tentang Anggaran oleh yang Ikut Menyetujui
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid merasa heran karena banyak sekali pertanyaan tentang anggaran datang saat debat Capres-cawapres ketiga dari pihak yang sebetulnya ikut menyetujui.
Baca Juga : Tangis Ibu di Medan Pecah di Hadapan Menteri Komdigi: “Tutup Judi Online, Keluarga Kami Hancur!”
“Jadi yang disampaikan oleh Pak Prabowo sebagai capres nomor urut dua sebenarnya dalam beberapa hari sudah kita diskusikan, bahwa kenapa banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang anggaran oleh orang-orang yang sebetulnya ikut menyetujui,” katanya pada konferensi pers pasca Debat Ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
Baca Juga : Komdigi Tegur Google, YouTube Dinilai Abaikan Aturan Batas Usia di Bawah 16 Tahun
Meutya mengaku apa yang disampaikan Prabowo sudah transparan dan ia paham betul apa yang disampaikan olehnya.
“Di Komisi I mungkin satu-satunya Menteri Pertahanan yang pernah melakukan rapat yang setengah terbuka adalah Pak Prabowo. Dan itu masih satu, sudah tiga periode saya mengikuti Menteri Pertahanan. Jadi betul sekali yang beliau sampaikan, saya sudah menjelaskan semuanya kepada Komisi I sebagai perwakilan atau badan yang mewakili institusi DPR secara keseluruhan,” jelasnya.
Baca Juga : Kritisi 175 Ribu Kasus Hukum Mangkrak, Legislator Hinca Panjaitan: Kalau Dikumpulin Bisa Satu Stadion
Politisi dari Partai Golkar ini mengaku Prabowo pasti merasakan ketika sedang berbicara kepada wakil-wakil di mana seluruh fraksi hadir. Bahkan hal ini, diakuinya, tak hanya diproses melalui Komisi I saja.
“Jadi melalui banyak proses tidak hanya di Komisi I saja, ada Banggar, kemudian di pemerintahnya juga ini melewati Bappenas, melewati Kementerian Keuangan tadi beliau sebutkan,” tuturnya.
Namun hal ini, disebutnya, dijadikan alat untuk menyerang, seperti yang disampaikan oleh Prabowo sebagai suatu hal yang tak etis dan tak elok.
Baca Juga : Soal Isu Kemanusiaan di Papua, DPR: RI Miliki Tantangan Besar di Kawasan Pasifik
"Debat ini disaksikan oleh para duta besar, debat ini disaksikan oleh perwakilan dunia. Isu ini bukan sebuah isu yang kecil, ini sangat strategis. Seharusnya negara menjadi satu (untuk) urusan pertahanan dan luar negeri,” terangnya.
Baca Juga : RI dapat Tarif 19 Persen dari AS, Komisi I: Bukti Efektivitas Diplomasi
Maka dari itu, tambahnya, Prabowo merasa tak nyaman dengan hasil debat hari ini. Karena pada debat ini justru seolah mempertentangkan pertahanan di dalam negeri.
(mr6/nusantaraterkini.co)
