Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mister Q dari Tukang Survei jadi Kepala Staf Presiden, Ini Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Merah Putih Terbaru

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Muhammad Qodari alias M Qodari alias Mister Q, yang kini dipercayakan Presiden Prabowo menjadi Kepala Staf Presiden. (Sumber Foto: Dok.JPNN)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto merombak lagi kabinetnya.

Rabu (17/9/2025) sore, di Istana Negara, Jakarta, Presiden melantik sejumlah Menteri, wakil Menteri, dan Kepala Lembaga. 

Di antara nama-nama yang dilantik Presiden Prabowo Subianto, yakni Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan AM Putranto. Sebelumnya Muhammad Qodari menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan.

Sosok Muhammad Qodari atau biasa disapa Mister Q menarik untuk diulas. Pasalnya, Qodari alias Mister Q sapaan karibnya, merupakan profesional yang berkarir dari bawah

Baca Juga : Reshuffle Kabinet Merah Putih, Daftar Lengkap Menteri yang Diganti dan Dilantik Prabowo

Qodari mengawali karirnya dari tukang survei alias peneliti dan pengamat

Sebelum menjadi pengamat dan peneliti politikQodari sempat menjadi wakil direktur eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Juli 2005 - Oktober 2006; direktur riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), Juli 2003 - Juni 2005; chief editor Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine selama Agustus 2003 - Juni 2004; peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) November 2002 - Juli 2003; peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Mei 1999 - September 2001; serta kolumnis dan pengamat politik sejak 1999 sekarang. Ia juga pernah aktif sebagai pembawa acara “Negeri Setengah Demokrasi” dan “Suara Rakyat” di salah satu televisi swasta nasional.

Kemudian Qodari menjadi seorang pollster juga pengamat dan peneliti politik nasional. Banyak pengetahuan politik yang ia berikan kepada masyarakat. Berbagai analisis politiknya kerap kali menjadi bahan rujukan para wartawan media massa baik cetak maupun online. 

Banyak pihak mengakui bahwa kemampuan analisis dan menangkap isu yang sedang dan akan berkembang oleh pria yang akrab disapa Qodari ini di atas rata-rata.

Pada November 2006, Qodari mendirikan lembaga survei dan menjabat sebagai direktur eksekutif Indo Barometer (IB), salah satu lembaga riset independen, yang memotret perilaku sosial-politik masyarakat Indonesia secara berkala

Selama bekerja di lembaga survei, ia menuturkan bahwa pasang surut lembaga survei bergantung pada empat hal, yakni metodologi penelitian yang tepat, protokol pemilihan responden yang disiplin dan wawancara yang baik, entry data yang baik, serta integritas peneliti dalam membuat laporan akhir. Hal inilah yang diperlukan dalam melakukan survei dan menentukan hasilnya.

Penggagas Jokowi Tiga Periode

Qodari adalah penggagas Jokowi-Prabowo 2024 (JP 2024). Saat membawa gagasan itu, publik dibuat heboh

Salah satunya saat ia menghadiri talkshow di Mata Najwa di mana ia secara menggebu-gebu berbicara tentang dukungannya terkait JP 2024 dan sambil menggunakan kaos bergambar Jokowi-Prabowo. 

Gagasan tersebut terkait dukungannya pada JP 2024 yang lahir dari amatan kritisnya terhadap persoalan polarisasi di masyarakat yang kian ekstrem, terutama dipicu oleh persoalan politik.

Menurutnya, polarisasi itu berpusat pada kuatnya dukungan dari dua sosok Jokowi dan Prabowo. Sebab keduanya, hingga saat ini, dalam survei-survei terbaru pun masih menjadi pilihan masyarakat

Qodari juga menegaskan bahwa Jokpro 2024 adalah imajinasi politik yang diimpikan oleh masyarakat Indonesia demi terciptanya kondisi politik yang lebih baik, meminimalisir polarisasi politik, dan tentu untuk kemajuan pembangunan Indonesia ke depan.

Untuk Riwayat pendidikan, Pria kelahiran Palembang, 15 Oktober 1973 silam ini, menyelesaikan program sarjana (S-1) di Universitas Indonesia dengan menekuni bidang Psikologi Sosial. 

Selanjutnya, Qodari menempuh pendidikan program pascasarjana (S-2) di University of Essex, Inggris, dengan mendalami bidang political behavior. 

Qodari mendapatkan gelar Doktor Ilmu Politik tahun 2016 di Fisipol Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dengan predikat yang sangat memuaskan

Ia mengangkat "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya Pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014" di dalam disertasinya.

Itulah sederet fakta menarik Muhammad Qodari yang kini diamanahkan Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Staf Kepresidenan yang biasa disingkap KSP.

Baca Juga : Presiden Prabowo Kirim Surat Ucapan Terima Kasih kepada 5 Menteri yang Kena Reshuffle 

Selain Muhammad Qodari, Presiden Prabowo pada Rabu (17/9/2025) sore, juga melantik beberapa Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Lembaga, berikut daftar lengkapnya:

1. Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

2. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

3. Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

4. Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan.

5. Faridah Farichah, sebagai Wakil Menteri Koperasi.

6. Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

7. Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

8. Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian.

9. Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

10. Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

11. Sara Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

(fer/nusantaraterkini.co)