Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mobilisasi 3.000 Personel, Strategi Satu Komando Pemko Medan Pulihkan Infrastruktur Helvetia ​

Reporter :  Sofyan Akbar
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wali Kota Medan memberikan arahan saat memimpin apel kesiapsiagaan di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Sabtu (27/12/2025).(foto:Diskominfo Medan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Pemerintah Kota Medan melakukan terobosan manajemen krisis dengan mengonsentrasikan seluruh sumber daya manusia dari 21 kecamatan ke satu titik krusial. Sebanyak 3.000 personel diterjunkan dalam operasi Gotong Royong Raya untuk memulihkan infrastruktur lingkungan di Kecamatan Medan Helvetia yang sempat lumpuh akibat hantaman banjir.

​Langkah ini merupakan pergeseran strategi yang signifikan. Jika biasanya penanganan wilayah bersifat desentralisasi, kali ini Pemko Medan menerapkan sistem kolaborasi terpadu. Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai menjadi zona prioritas pengerjaan karena tingginya sedimentasi drainase yang mengancam sirkulasi air di kawasan pemukiman padat penduduk tersebut.

Baca Juga : Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Medan, Rico Waas Gerak Cepat Pastikan Keselamatan Warga

Dalam arahannya saat memimpin apel kesiapsiagaan di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Sabtu (27/12/2025), Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan bahwa penggabungan kekuatan ini adalah bentuk konkret dari efisiensi kerja tanpa batas wilayah.

​“Ini bukan gotong royong massal, tetapi Gotong Royong Raya. Untuk pertama kalinya di Kota Medan, 21 kecamatan berkumpul dan bekerja bersama untuk satu kecamatan,” ungkap Rico Waas di hadapan ribuan petugas yang siap dikerahkan.

Ia menambahkan bahwa semangat 'Medan untuk Semua' harus termanifestasi dalam tindakan nyata di lapangan, terutama saat masyarakat menghadapi fase pascabencana yang sulit. Kehadiran ribuan petugas ini diharapkan mampu memberikan dampak instan terhadap sanitasi dan keamanan lingkungan warga.

“Hari ini Medan Helvetia membutuhkan dukungan kita. Mari bekerja bersama agar masyarakat melihat dan merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya saat menginstruksikan dimulainya pembersihan drainase dan pengangkutan limbah secara masif.

Guna memastikan distribusi kerja berjalan optimal sesuai tupoksi masing-masing kecamatan, Rico Waas melakukan inspeksi menggunakan sepeda motor. Ia meninjau langsung efektivitas pengerukan sedimen dan pembersihan sisa-sisa material banjir yang menyumbat jalur-jalur air primer. Sebelum pemantauan teknis, ia juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga melalui agenda Sapa Warga guna menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

​Rico menekankan bahwa kerja kolosal ini tidak akan bertahan lama tanpa partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Baginya, pemulihan fisik lingkungan harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai sosial tentang pentingnya menjaga ekosistem kota.

Baca Juga : Wali Kota Rico Waas Permudah Pengurusan Dokumen Warga Terdampak Bencana 

​“Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat dan keagamaan,” pungkas Rico menutup rangkaian operasi lapangan tersebut.

(Akb/Nusantaraterkini.co)