Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Suasana duka menyelimuti prosesi persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung memberikan penghormatan terakhir di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).
Setibanya di lokasi, Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima TNI Agus Subiyanto. Ketiganya langsung menuju deretan peti jenazah yang telah diselimuti bendera Merah Putih.
Sebelum memberikan penghormatan, Prabowo terlebih dahulu menghampiri keluarga para prajurit. Ia tampak menyalami dan menyampaikan belasungkawa secara langsung, memberikan ketenangan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global
Tak lama kemudian, Prabowo berdiri tegak di hadapan foto para prajurit. Dalam suasana hening, ia memberi hormat dengan sikap sempurna sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada bangsa dan dunia.
Sejumlah pejabat tinggi negara dan militer turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak serta Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto.
Upacara persemayaman dimulai sesaat setelah Presiden tiba di lokasi.
Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
Adapun tiga prajurit yang gugur dalam tugas sebagai bagian dari Satgas UNIFIL adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Sebelumnya, Kopda Farizal dilaporkan gugur pada Minggu (29/3) setelah ledakan proyektil di sekitar pos pasukan di wilayah Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Sementara itu, dua prajurit lainnya, Serka Ichwan dan Mayor Zulmi, dinyatakan gugur pada Senin (30/3/2026) usai ledakan menghantam konvoi logistik pasukan UNIFIL di dekat Bani Hayyan.
Peristiwa ini menjadi pengingat atas besarnya pengorbanan prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia di wilayah konflik.
(Dra/nusantaraterkini.co).
