Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Najwa Shihab di USU: Ijazah Bukan Jaminan, Skill dan Pengalaman jadi Kunci

Editor :  Rozie Winata
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Najwa Shibab di KGSI Universitas Sumatra Utara (USU) Rabu (13/5/2026). (Foto: Guitara/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Jurnalis senior Najwa Shihab memberikan pesan menohok bagi ribuan mahasiswa dalam acara Kadin Goes to Sumatra (KGSI) Pada Rabu (13/5/2026) di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU).

Ia menegaskan, di era sekarang, selembar ijazah tidak lagi menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga : Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Meninggal Dunia

"Ijazah tidak menjamin kita dapat pekerjaan. Itu sudah rahasia umum. Makanya bingung juga kenapa orang sampai kejar-kejar ijazah palsu, ya belum tentu dapat kerja juga kan," ujar Najwa disambut riuh peserta. 

Baca Juga : Presiden Prabowo Tanggapi Kekhawatiran Masyarakat Perihal RUU Polri

Menurutnya, mahasiswa harus fokus mengasah lima skill utama: berpikir kritis, kemampuan komunikasi, ketahanan diri (grit), literasi digital, dan kolaborasi lintas disiplin. Khusus mengenai berpikir kritis, Najwa menyoroti tantangan di era AI.

"Yang diperlukan sekarang bukan mencari jawaban, teman-teman, tapi mempertanyakan jawaban. Memverifikasi, mengecek ulang, memberikan konteks. Jawaban cepat diperoleh, tapi apakah itu benar?," tegasnya.

Baca Juga : Tatap Panggung Global, USU Masuki Era of Ultimate Excellence

Ia menambahkan, kemauan untuk terus belajar hal baru adalah satu-satunya cara agar tetap relevan di dunia kerja yang berubah cepat. Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Kak Nana ini juga mengungkap sejarah lahirnya program ikonik "Mata Najwa".

Baca Juga : Cari Solusi Masalah Oknum, Komisi Reformasi Polri Gelar Pertemuan Strategis di USU

Ternyata, inspirasi program tersebut didapat saat ia menempuh studi S2 di Melbourne Law School, Australia, pada 2008 silam. Selama di sana, ia aktif meriset berbagai format program televisi lokal sebagai referensi.

"Bisa ada Mata Najwa itu karena saya di Australia. Saya banyak riset program-program televisi, spesifiknya yang bicara soal politik dan saya banyak dapat inspirasi itu dari program-program TV di Australia," ungkap pendiri Narasi tersebut.

Ia menekankan, pengalaman internasional memberikan perspektif global yang sangat ia butuhkan dalam karier jurnalistiknya.

Menutup sesi, Najwa mendorong mahasiswa Medan untuk berani mengambil peluang dan berhenti merasa ragu.

"Satu-satunya hambatan yang kalian ada sekarang, cuma keberanian untuk ambil formulir dan daftar. Jangan kebanyakan overthinking deh. Selembar ijazah tidak akan jamin apa-apa, harus mengusahakan skill-skill yang lain," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)