Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Netanyahu Perintahkan Militer Israel Perluas Kontrol di Jalur Gaza hingga 70 Persen

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Debat Umum sesi ke-80 Majelis Umum PBB (UN General Assembly/UNGA) di kantor pusat PBB di New York pada 26 September 2025. (Foto: Xinhua/Li Rui)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dirinya telah mengeluarkan arahan untuk meningkatkan kontrol militer Israel atas Jalur Gaza dari 60 persen menjadi 70 persen wilayah tersebut.

Berbicara dalam sebuah konferensi di Lembah Yordania di Tepi Barat, pada Kamis (28/5/1016), Netanyahu menuturkan, Israel sebelumnya memegang kontrol atas 50 persen wilayah Jalur Gaza dan telah meningkatkannya menjadi 60 persen.

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

Netanyahu lalu bertanya mengenai target berikutnya. Sejumlah partisipan meneriakkan "100 persen", dan Netanyahu menjawab, "Lakukan secara bertahap, pertama 70 persen, kita mulai dari itu. Kita menekan Hamas dengan kuat dari semua sisi, dan setelah itu kita akan menangani sisanya."

Baca Juga : Israel Kuasai Kastel Beaufort di Lebanon Selatan, Benteng Berusia 900 Tahun Jadi Sasaran Operasi Militer

Netanyahu menambahkan bahwa Israel berada dalam proses yang memungkinkannya memanfaatkan kekuatannya ke berbagai arah, dan masih harus melumpuhkan Hizbullah.

Sebelumnya pada hari yang sama, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menewaskan Ihab Khrizim, kepala jaringan transfer dana pusat Hamas, dalam serangan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada Selasa (26/5/2026).

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Sumber: Xinhua