Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha memaparkan evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat sebagai salah satu alat ukur kinerja kepolisian di wilayah hukumnya.
Evaluasi tersebut didasarkan pada data statistik dari sistem Dors yang telah terakreditasi dan terintegrasi hingga tingkat Mabes Polri.
Baca Juga : Polri Klaim Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Sukses: Angka Fatalitas Turun 30% dan Kepuasan Publik Capai 88,5%
Rafli menekankan, capaian utama pada Operasi Ketupat tahun ini terlihat pada aspek penindakan dan pengungkapan perkara.
Baca Juga : Polres Langkat Ingatkan Keselamatan Wisatawan di Tangkahan, Pemandu Getek Wajib Patuhi Aturan
"Di Operasi Ketupat, Polrestabes Medan ini bukan menurunkan angka kejahatan, tetapi ada 15% peningkatan upaya pengungkapan kasus," ujarnya.
Peningkatan sebesar 15 persen tersebut menjadi indikator yang digunakan untuk membandingkan efektivitas pelaksanaan operasi tahun ini dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga : Modus Penumpang 'Offline' Pengemudi Ojek Daring di Medan jadi Korban Begalan Bersenjata
"Jadi bertambah 15% dibanding dengan Operasi Ketupat tahun lalu," tambahnya.
Baca Juga : Dua Pelaku Penganiayaan Pasutri di Tembung Ditangkap, Sempat Melawan Petugas
Ia menyebutkan, hasil tersebut akan terus menjadi bahan evaluasi untuk periode selanjutnya guna menjaga konsistensi kinerja kepolisian.
(cw4/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok THM, Gadis Muda dan Pemasok Ditangkap
