Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pabrik Gula Ini Beri Kemudahan Karyawan Akses Gaji

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi gaji.(SHUTTERSTOCK/MELIMEY)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co - Perusahaan perkebunan dan pabrik gula PT Gunung Madu Plantation (GMP) berkomitmen menerapkan prinsip pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di lahan seluas sekitar 30.000 hektar dan memiliki lebih dari 5.000 pekerja, GMP berupaya memberikan manfaat bagi karyawan dan keluarganya, serta komunitas pekerja mereka.

Baru-baru ini, GMP berinisiatif memberikan tambahan benefit terbaru dalam upaya meningkatkan hubungan antara karyawan dan perusahaan dengan menyediakan layanan yang mendukung kesehatan finansial.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Ini memungkinkan karyawan mengakses sebagian dari gaji yang mereka peroleh sebelum hari gajian.

“GMP sangat menghargai kesejahteraan dan kesehatan finansial tim kami. Itu sebabnya kami memutuskan untuk bermitra dengan Paywatch, penyedia layanan Earned Wage Access (EWA) terkemuka, untuk menawarkan fleksibilitas dan keamanan kepada karyawan kami dalam mengakses gaji yang mereka peroleh kapan pun mereka membutuhkannya," kata Samsuri, HR Manager GMP dalam keterangannya, Rabu (4/9/2024).

"Kolaborasi ini merupakan bukti komitmen kami dalam meningkatkan kepuasan dan pemberdayaan karyawan,” imbuh dia.

Baca Juga : Gaji, Tunjangan Komunikasi Insentif Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Naik!

Layanan EWA bukan pinjaman yang ditawarkan oleh bank atau koperasi perusahaan.

Ini merupakan pencairan awal gaji sesuai permintaan yang telah diterima karyawan, sehingga memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan keuangan yang mendesak.

Kebutuhan finansial yang mendesak bisa terjadi kapan saja dan dihadapi oleh siapa saja. Situasi ini kerap menjebak keluarga di Indonesia dalam hutang, baik melalui bank, pemberi pinjaman informal (shadow banking), atau pinjaman online (pinjol), yang tumbuh pesat selama lima tahun terakhir.

Baca Juga : Film Horor Pabrik Gula Tembus 2 Juta Penonton Kurang dari Sepekan Tayang

Hal ini tidak dapat dihindari karena banyak masyarakat di Indonesia yang sudah cukup umur namun belum terlayani oleh bank (unbanked people).

Bank Dunia mencatat pada tahun 2021 terdapat 97,74 juta orang yang tidak mempunyai rekening bank atau 48 persen dari total penduduk Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar keempat dengan jumlah penduduk yang tidak memiliki rekening bank. 

Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa inklusi keuangan Indonesia yang mencapai 85 persen, tidak dibarengi dengan tingkat literasi yang mana saat ini terbilang rendah, yakni sebesar 49 persen pada tahun 2022.

Baca Juga : Film Horor Pabrik Gula Rajai Perang Film Lebaran, Hari Pertama Raih 203 Ribu Penonton

Tak heran, banyak kasus yang muncul dari layanan teknologi keuangan, khususnya pinjaman online ilegal.

Kehadiran EWA di Indonesia dapat membantu mengisi kesenjangan layanan keuangan di masyarakat, khususnya di kalangan pekerja. 

Daripada meminjam uang dalam jumlah kecil melalui pinjaman online ilegal, pekerja yang membutuhkan dapat memanfaatkan EWA yang lebih nyaman dan biayanya relatif rendah. 

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

Paywatch menyatakan, keuntungan finansial merupakan keuntungan terpenting bagi karyawan.

Pendekatan Paywatch disesuaikan dengan masing-masing sektor bisnis, termasuk industri makanan dan minuman, perhotelan, penerbangan, ritel, pusat informasi, konstruksi, dan manufaktur.

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia melalui kolaborasi kami dengan GMP," ungkap Billy Lim, CSO dan County Manager Paywatch.

Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan 

"Tujuan kami adalah menyediakan likuiditas kepada tenaga kerja, memberdayakan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka tanpa tekanan kekhawatiran akan uang. Inisiatif ini lebih dari sekadar memberikan bantuan keuangan secara langsung. Ini tentang membina komunitas pekerja yang berkelanjutan dan berdaya secara finansial,” imbuh dia.

Sejumlah perusahaan di Malaysia, Korea Selatan, Filipina, dan Indonesia telah memanfaatkan layanan EWA Paywatch.

Billy menyebut, pihaknya berharap dapat membangun tenaga kerja yang berkelanjutan melalui akses keuangan yang adil, khususnya di industri manufaktur Indonesia.

(mft/nusantaraterkini.co)

Sumber: Kompas.com