Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Partai NasDem Kritik Partai Oposisi di Indonesia

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Partai NasDem Kritik Partai Oposisi di Indonesia

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengkritik oposisi di Indonesia dengan sebutan banci. Padahal, sebut dia, tanpa oposisi sebuah pemerintahan akan menjadi diktator.

Baca Juga : Sebut Putusan MK Soal Jakarta Selaras Undang-Undang, Pengamat: Anies Sejak Lama Paham Regulasi IKN

“Kalau enggak ada oposisi pemerintah itu jadi diktator, maka harus ada oposisi. Tapi apa yang terjadi? Oposisi di Indonesia ini banci semua,” katanya, Jumat (8/3/2024).

Baca Juga : NasDem Dukung Usulan KPK: Capres Harus Berasal dari Kader Partai Politik

Menurut Irma, oposisi di Indonesia hanya bisa lempar batu sembunyi tangan.

“Kenapa saya bilang banci? Orang lempar batu sembunyi tangan kok, masih ngemis-ngemis kok dari pemerintah, Banci!,” paparnya.

Baca Juga : Minim Oposisi, Timwas Intelijen DPR Dinilai Berpotensi Menyalahgunakan Informasi

Irma tidak setuju apabila ada yang beranggapan saat ini paling benar atau hebat. Menurut Irma saat ini tidak ada satupun pihak yang boleh merasa benar.

Baca Juga : Soal Alotnya Pertemuan Prabowo-Megawati, Pengamat: Beliau Sedang Berkontemplasi

“Jadi kalau kita sekarang mau mengatakan kita paling bener. No!. Enggak ada yang bener hari ini, ayok kita urusin, dari mana dimulainya? dari DPR,” jelasnya.

Anggota Komisi IX DPR ini mengatakan, alasan dirinya menyebut DPR tidak boleh merasa benar. Pasalnya, kata Irma, DPR yang menyetujui serangkaian program mulai dari bansos hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga : Baleg DPR Dukung RUU Penanggulangan Disinformasi demi Kedaulatan Negara

“Kenapa UUD nya DPR semua ikut mengesahkan? Bansos? Disahkan oleh PDIP, IKN disahkan oleh PDIP. Dan seluruh partai koalisi ikut tanda tangan, kok sekarang ribut-ribut? Kan enggak perlu,” pungkasnya.

Baca Juga : Turnamen PPP Cup Cari Bibit Atlet Bulu Tangkis dan Asah Kemampuan Anak Muda

Sebelumnya, Jusuf Kalla (JK) menyebut semua partai politik didirikan untuk merebut kewenangan dan kekuasaan. JK mengatakan tak ada partai yang didirikan untuk menjadi partai oposisi.

"Dalam politik, dalam pemilihan, semua tujuan partai politik itu dia ingin memiliki wewenang dan kekuasaan," kata JK.

"Tidak ada semua partai politik yang didirikan (ingin) menjadi oposisi," jelasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)