Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PDIP Pecat Jokowi, Gibran, dan Bobby, Ini Kata Pengurus PDIP Sumut

Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. Kolase foto Jokowi, Gibran, dan Bobby./Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengumumkan pemecatan Presiden Joko Widodo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution dari keanggotaan partai.

Pemecatan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) yang diteken langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

SK pemecatan Jokowi tercatat dengan nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024, pemecatan Gibran dengan nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024, dan pemecatan Bobby dengan nomor 1651/KPTS/DPP/XII/2024.

Baca Juga : Ini Isi Lengkap Surat Pemecatan untuk Jokowi, Gibran dan Bobby dari PDIP

Keputusan tersebut mencuri perhatian publik, terutama di Sumatera Utara, di mana Bobby Nasution merupakan sosok penting dalam Pilkada Sumut 2024.

Menanggapi keputusan ini, Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI-P Sumut, Aswan Jaya, menegaskan bahwa pemecatan tersebut merupakan bukti konsistensi PDI-P dalam menegakkan kedisiplinan dan kedaulatan partai.

"Keputusan ini menunjukkan bahwa PDI-Perjuangan adalah partai yang sangat berdaulat. Kedisiplinan adalah nilai utama dalam partai ini. Siapa pun yang tidak tunduk pada keputusan partai, baik itu presiden, gubernur, atau siapa pun, harus menerima konsekuensinya," ucap Aswan kepada Nusantaraterkini.co, melalui saluran telepon, Senin (16/12/2024).

Baca Juga : Anies Baswedan Soroti Pelemahan Rupiah, Minta Pemerintah Jujur soal Kondisi Ekonomi

Aswan juga menambahkan bahwa langkah tegas ini bukan hal baru bagi PDIP, yang sudah sering memecat kader yang melanggar aturan partai.

"Sejak berdiri, PDI Perjuangan selalu mengambil langkah-langkah tegas terhadap kader yang melanggar AD/ART. Prinsip kami adalah hilang satu tumbuh seribu," kata Aswan.

Pemecatan ini hanya langkah administratif, karena mereka sebelumnya sudah tidak lagi berada dalam lingkaran partai," tutup Aswan.

Baca Juga : Jokowi-Gibran Berencana Melayat ke Keraton Surakarta, Bisa Lengser

Keputusan pemecatan ini memunculkan berbagai reaksi di kalangan publik, terutama terkait dengan waktu pemecatan yang bersamaan dengan kesuksesan Bobby dalam Pilkada Medan.

Namun, Aswan menegaskan bahwa keputusan itu juga bukti bahwa PDI Perjuangan bukan partai oportunis.

(cw7/nusantaraterkini.co)