Nusantaraterkini.co, BALIKPAPAN - Pengibar bendera ikuti gladi bersih di halaman istana negara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) setelah dikukuhkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, para Paskibraka tingkat pusat Tahun 2024 bersiap mengikuti gladi bersih I di halaman Istana Negara Nusantara.
Dilansir dari instagram @BPIPRI terlihat para Paskibraka tersebut menaiki bus dan terlihat senyum sumringah mereka yang menandakan bahwa para Paskibraka riang gembira dalam mengikuti Gladi Bersih I di Halaman Istana Negara Nusantara.
Dalam postingan tersebut juga tertulis “Mari kita berikan semangat untuk Para Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pertama kali di Ibu Kota Nusantara (IKN)”
Postingan tersebut langsung mendapat respon beragam dari netizen sehingga mendapat 4.468 like dan 5.348 komentar seperti:
electripion
Setiap orang di BPIP yang melarang penggunaan atribut jilbab, akan panen dosa jariyah sampai kiamat. Dan ditunggu BPIP bubar jalan
umminyai
Hayoooo ini postingan cuci tangan kah? Ga mau disalahkan kah? BLUNDER SUNGGUH!!!!!
syifaf
Berhijab adalah hak setiap warga negara dalam menjalankan agamanya, tolong jangan minta mereka lepas.. hijab tidak menghambat mereka menjalankan tugas nya sebagai paskibraka
miladiarahma
Oooohh...langsung gerceeepppp bikin postingan adik2 pakai hijaaaabbb..Setelah heboh baru sadar yaa…MEMALUKAN!
hamasahafif
Bubarkan saja BPIP Karena mereka sendiri yang langgar Sila ke 1, sepertinya negara ini sudah berubah haluan nya, menyepelekan hak warga negaranya untuk menjalankan kewajiban agamanya khususnya berjilbab
backtosalafushshalih_
BPIP harus ingat Pada Piagam Jakarta, sila pertama berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya." Namun karena muslim Indonesia toleransi akhirnya diubah sprti skrng ini, dan jgn sampai malah kita muslim disuruh buka hijab
muhamadarief.kubiel
Mana yang ngatur ngatur lepas jilbab jangan pada ngumpet woyyy ??? @bpipri jangan pencitraan sekarang lu posting begini jangan so kaya kaga punya salah woyy..
hello.pkne
BPIP tolong jawab isu terkait wajib melepas hijab bagi wakil2 paskibraka yang lolos nasional ???
Sebelumnya, Sofia Sahla, siswi kelas XI SMAN Sukaraja di Sumedang, harus melepaskan jilbabnya dalam melaksanakan tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79.
Baca Juga: Kemenkes Lakukan Investigasi Perihal PPDS FK Undip yang Berujung Bunuh Diri
Melepaskan jilbab merupakan aturan dari BPIP agar ada pemerataan.
Kepala Sekolah SMAN Sukaraja, Iwan Kartiwa, menyayangkan hal tersebut. Dia khawatir hal itu akan mengganggu konsentrasi Sofia dalam proses persiapan melaksanakan tugas. Terlebih, karena pihak sekolah mengenal Sofia sebagai siswi yang agamis.
“Disayangkan, karena memang mungkin di tengah-tengah perjalanan ini, mempengaruhi juga. Apalagi kalau berbicara mengenai rutinitas keseharian yang bersangkutan sangat agamis, sudah terbentuk sedemikian rupa, jilbab sudah menjadi identitasnya,” kata Iwan saat di temui di SMAN Sukaraja, seperti dilansir dari kumparan, Kamis (15/8/2024).
Selain itu, berdasarkan kabar dari orang tua Sofia, Iwan menyebut muridnya itu getol melaksanakan salat tahajud sepanjang proses seleksi. Dengan harapan, dapat lolos ke jajaran Paskibraka di tingkat Nasional.
Iwan mengatakan proses persiapan yang dilakukan Sofia pun ekstra terutama dalam hal manajemen waktu.
“Misalnya dia mengurangi waktu tidurnya, Menjaga kesehatannya juga, saya dengar juga ketika puncak-puncak dalam seleksi yang ketat suka meningkatkan ibadah malamnya dalam hal ini tahajud untuk memudahkan ikut serta dalam Paskibraka ini,” kata Iwan.
nusantaraterkini.co/uploads/images/202408/image_870x_66bf27e295dca.jpg" alt="">
Namun sehubung dengan adanya pernyataan BPIP bahwa pelepasan jilbab dilakukan dalam rangka mematuhi peraturan dan tanpa ada paksaan, Iwan meradang. Ia hanya berharap, muridnya itu tetap dapat fokus menjalankan tugas yang ada.
“Ada kebijakan untuk kebersamaan atau apa, tapi, mudah-mudahan kebersamaan itu bisa memperhatikan kebinekaan, apalagi anak didik kami sudah sangat agamis dari awal disayangkan tiba-tiba melepas identitasnya,” kata dia.
Baca Juga: PSSI Resmi Umumkan Timnas Indonesia vs Australia di Stadion GBK
Kebijakan BPIP tahun ini tak urung memicu kecaman dari banyak pihak, mulai orang tua dari siswa yang menjadi anggota Paskibraka, kepala daerah asal siswa, tokoh-tokoh agama Islam, hingga organisasi purna Paskibraka.
"Paskibraka Putri dengan mengenakan pakaian, atribut dan sikap tampang sebagaimana terlihat pada saat pelaksanaan tugas kenegaraan yaitu Pengukuhan Paskibraka adalah kesukarelaan mereka dalam rangka mematuhi peraturan yang ada dan hanya dilakukan pada saat Pengukuhan Paskibraka dan Pengibaran Sang Merah Putih pada Upacara Kenegaraan saja," ungkap BPIP.
"Di luar acara Pengukuhan Paskibraka dan Pengibaran Sang Merah Putih pada Upacara Kenegaraan, Paskibraka Putri memiliki kebebasan penggunaan jilbab dan BPIP menghormati hak kebebasan penggunaan jilbab tersebut. BPIP senantiasa patuh dan taat pada konstitusi," klaim BPIP.
(Akb/nusantaraterkini.co)
