Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengamat: Perubahan Program Makan Siang Gratis Bisa Timbulkan Perdebatan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo Subianto. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto merubah program unggulannya yakni dari makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis. Sontak perubahan itu menuai pro dan kontra di publik.

Menanggapi itu, Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengomentari program makan siang gratis yang akan berganti menjadi jadi program makan bergizi gratis oleh Prabowo sebagai presiden terpilih tersebut dapat dilihat dalam dua hal.

Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global

Pertama, sebutnya, semata hanya pergantian nama atau adanya pergantian nomenklatur yang bisa mengubah desain awal.

Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Tapi, kata gizi di dalamnya, menurut Ray, akan dapat mengundang diskusi lanjutan, soal seberapa dalam makna gizi dalam kata makan itu.

"Tapi bila yang dimaksud pergantian nomenklatur maka bisa mengubah desain awal," kata Ray, Sabtu (25/5/2024).

Baca Juga : Senator Tekankan Langkah Antisipatif Cegah Pungli Makan Siang Gratis

Menurutnya perubahan itu jelas akan dapat berimplikasi pada banyak perubahan desain. Tapi apapun, perubahan nama dari makan siang gratis ke makan bergizi gratis, dinilainya menyiratkan adanya sesuatu yang jadi perdebatan.

Baca Juga : Cak Imin: Makanan Bergizi Rp 10 Ribu Telah Melalui Simulasi Matang

Hal senada juga dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai pergantian nama program tersebut bisa berimplikasi pada implementasinya. Artinya hal itu kata Dedi, tidak seluruh siswa akan disasar dari program tersebut.

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan program yang dicetus dengan istilah 'makan siang gratis' itu lebih tepat disebut 'makan bergizi gratis'. Alasannya, agar menyesuaikan dengan jadwal anak sekolah yang masuk pagi dan pulang siang hari pukul 11-12 siang.

Baca Juga : Soal Aroma Tak Sedap Menu MBG, Kepsek SMPN 3 Medan Menduga Penyalur Khilaf

Prabowo menjelaskan program makan bergizi gratis bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga diharapkan mampu menjadi 'growth driver' atau pendorong perekonomian di Indonesia.

Baca Juga : VIDEO 350 Porsi MBG di SMPN 3 Medan Mengeluarkan Aroma tak Sedap

Ia menjelaskan program tersebut akan sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia sebab kini banyak anak-anak yang malnutrisi. Dia pun mengatakan, kini terdapat 76 negara telah yang memberikan program makan bergizi untuk anak-anak di sekolah.

Sedangkan, ada 6 negara yang sedang mempersiapkan program makan gratis tersebut. Selain itu, ia mengungkapkan telah melakukan uji coba program tersebut di beberapa tempat.

Hasilnya, anak-anak menjadi lebih rajin bersekolah dan fokus belajarnya meningkat. Tidak hanya anak-anak yang akan merasakan langsung manfaat dari program makan bergizi gratis.

Tetapi juga perekonomian wilayah akan turut terdorong khususnya bagi para petani maupun peternak.

(cw1/nusantaraterkini.co)