Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengemudi Ojol Diminta Dapat Subsidi BBM

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puteri Komaruddin. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin meminta agar pengemudi ojek online (Ojol) sepeda motor dapat memperoleh subsidi BBM.

Hal ini disampaikan Puteri lantaran Pemerintah tengah mengkaji skema baru dalam penyaluran subsidi energi, termasuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar semakin tepat sasaran.  

Baca Juga : Modus Penumpang 'Offline' Pengemudi Ojek Daring di Medan jadi Korban Begalan Bersenjata

"Sekarang jumlah ojol diperkirakan mencapai 4 juta orang. Di mana, mayoritas dari pengemudi sepeda motor ini tergolong dalam kelompok menengah ke bawah. Bahkan, survei IDEAS menunjukkan 68,9 persen pengemudi Ojol di Jabodetabek bekerja 9-16 jam per hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga, sudah pasti kelompok ini sangat bergantung pada BBM yang disubsidi pemerintah," ungkapnya, Rabu (4/12/2024).

Baca Juga : Kejahatan Jalan Turun, Elemen Ojol Apresiasi Kinerja Polrestabes Medan 

Selain itu, Puteri menyebut bahwa ojol sudah telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna

"Meski belum diatur dalam UU, tapi Ojol sudah diregulasi dalam Permenhub. Di mana, peraturan ini juga mengatur jenis dan kriteria sepeda motor yang bisa digunakan dan formula penghitungan tarif layanan. Ke depan, kami juga akan dorong pengaturan yang lebih kuat dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang kini juga sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas tahun 2025," urai politikus Golkar ini.

Baca Juga : Pengamat: Kebijakan Tahan Harga BBM Berisiko Tekan Keuangan Pertamina

Puteri menilai pemerintah semestinya dapat memperbaiki kebocoran subsidi BBM yang selama ini juga dinikmati oleh kelompok kaya. Hal ini merujuk pada data Kementerian Keuangan tahun 2022 yang mencatat lebih dari 80 persen dari anggaran subsidi untuk BBM Pertalite justru dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

Baca Juga : Ketahanan Energi jadi Kunci Stabilitas Ekonomi dan Perlindungan Rakyat

"Dengan perbaikan penyaluran subsidi BBM yang lebih tepat sasaran. Tentu kita bisa alihkan anggaran subsidi tersebut pada kelompok yang lebih membutuhkan, seperti pengemudi ojol. Apalagi, anggaran untuk subsidi BBM tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 26,7 triliun. Sehingga, Fraksi Golkar mengusulkan anggaran tersebut dapat dimaksimalkan untuk menyasar kelompok yang memang membutuhkan, seperti pengemudi ojol," ucap legislator dapil Jabar ini.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi