Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penghasilan Tak Tentu, Buruh Bungkus Jagung di Biru-Biru Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Kurban

Editor :  hendra
Reporter :  Riski Aulia
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana saat pemotongan hewan kurban (foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, DELISERDANGKeterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berbagi dan menjalankan ibadah. 

Prinsip mulia inilah yang dipegang teguh oleh Nani, seorang warga yang tinggal di Jalan Perbatasan, Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang pada Rabu (27/5/2026).

Meski kondisi keuangannya terbilang pas-pasan, Nani membuktikan bahwa niat yang kuat mampu mengalahkan segala keterbatasan. Setiap tahunnya, ia konsisten ikut berpartisipasi dalam kurban sapi di desanya.

Baca Juga : AFF U19 2026: Tumbangkan Filipina 3-0, Kamboja Jaga Asa ke Semifinal

Sehari-hari, Nani mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari jasanya membungkus jagung goreng. Penghasilannya sama sekali tidak menentu, hanya berkisar ratusan ribu rupiah saja per bulannya. 

Namun, di tengah impitan ekonomi dan meroketnya harga kebutuhan pokok, Nani selalu menyisihkan sebagian kecil dari upah membungkus jagung tersebut khusus untuk tabungan kurban.

Ia sengaja memisahkan uang ini agar tidak tercampur dengan uang belanja harian yang sering kali habis untuk keperluan dapur.

Baca Juga : AFF U19 2026: Susunan Pemain Resmi Kamboja vs Filipina Malam Ini

"Kalau tidak nekat begini, tidak akan bisa berkurban. Mengingat bahan pangan selalu mahal, kalau mengandalkan uang belanja jelas tidak akan cukup. Hanya dari uang hasil membungkus jagung ini makanya bisa terkumpul," ungkap Nani.

Bagi Nani, istilah "nekat" bukan berarti tanpa perhitungan, melainkan sebuah tekad bulat untuk mendahului perintah agama di atas kekhawatiran akan kekurangan materi. 

Berkat kenekatan yang positif dan kedisiplinannya menabung, Nani tidak pernah absen menjadi salah satu peserta kurban sapi setiap tahunnya.

Kisah Nani di Desa Selamat ini menjadi tamparan sekaligus inspirasi bagi banyak orang. Di saat tidak sedikit orang yang berkecukupan masih berpikir panjang untuk berkurban, seorang buruh bungkus jagung dengan penghasilan ratusan ribu per bulan justru mampu menunjukkan keikhlasan yang luar biasa.

Warga sekitar pun sangat mengagumi kegigihan Nani. Ia menjadi bukti nyata bahwa berkurban bukan soal seberapa kaya seseorang, melainkan seberapa besar volume keikhlasan dan niat yang tertanam di dalam hati.

(cw5/nusantaraterkini.co)