Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Peningkatan Ketahanan Pangan, Wamentan Tinjau Launching Food Estate Mini di Batang Kuis

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Aldi Nasution
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wamentan RI Sudaryono, saat berkunjung di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang dalam rangka launching food estate mini, Minggu (11/8/2024). (Foto: Aldinasution/Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono meninjau perkembangan pembangunan kawasan lumbung pangan (food estate) mini dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (11/8/2024).

Kawasan lumbung pangan yang ditinjau berada di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.

Baca Juga : 85 Daerah Masih Defisit Pangan, DPR Desak Negara Hadir Nyata di Tengah Program MBG

Launching food estate mini ini diawali dengan penanaman cabai dan bawang di kawasan tersebut.

Baca Juga : Prabowo Subianto Akan Alihkan Food Estate ke Papua Gegara Kalimantan Tak Subur

"Hari ini kita melaksanakan percontohan lahan produksi pertanian dan kita mulai dari penanaman," ucap Wamentan Sudaryono.

Pengembangan lumbung pangan dengan luas keseluruhan mencapai 58 hektar di Desa Sena ini, guna meningkatkan ketahanan pangan nasional khususnya ketahanan pangan lokal dalam proyek pengembangan lumbung pangan di Sumut.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

"Ini ada 10 hektare tapi kita kembangkan jadi 58 hektare dan supaya ini bisa menjadi contoh bagi daerah atau kabupaten lain di Sumatera Utara," sambungnya.

Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Dia mengatakan akan turun langsung melihat hasil panen apabila seluruh kawasan tersebut panennya bersamaan.

Sudaryono menjelaskan, target tambahan wilayah food estate untuk seluruh Indonesia adalah 97 ribu hektar, tambah area lahan baru, atau bisa disebut penambahan area tanam.

Baca Juga : AFF U19 2026: Tumbangkan Filipina 3-0, Kamboja Jaga Asa ke Semifinal

"Dari 97 ribu hektare ini, sudah terpenuhi 58 ribu hektare, tapi kita mau push sampai September sebisa mungkin 97 ribu hektare itu keluar semua. Jadi titik-titiknya kita sudah ada, kita juga sudah kordinasi dan kita sudah banyak dibantu Dinas Pertanian kabupaten/kota ataupun provinsi, dan juga support yang maksimal dari tentara nasional Indonesia untuk pemanfaatan lahan tadi," jelasnya.

Baca Juga : AFF U19 2026: Susunan Pemain Resmi Kamboja vs Filipina Malam Ini

Dia menuturkan, pada saat musim kemarau yang akan datang food estate tetap bisa ditanami, sehingga tidak lagi harus menunggu hujan. Semakin cepat menanam semakin cepat panen, maka produktivitasnya akan semakin banyak.

"Sudah ada MoU antara pihak pertanian dan TNI. Pokoknya kita harus jalan dulu, karena selama lima bulan sampai dengan Desember ini kita harus berhasil dulu, supaya musim kemarau ini tetap bisa menanam. Kalau gak nanam musim kemarau ini, nantinya kita panen sedikit, ujung-ujungnya nanti kita kurang, kalau kurang kita mau impor, belum tentu impor barangnya ada," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)