Nusantaraterkini.co, MEDAN - Penjabat (Pj) Sekda Medan, Topan Ginting menyebut jembatan Taman Cadika ambruk disebabkan karena kelebihan kapasitas.
Topan mengatakan, jembatan tersebut hanya mampu dilintasi 20 orang per sekali penyebrangan.
Baca Juga : Pesona Taman Cadika, jadi Refrensi Nikmati Lapangan Hijau Terbuka
"Didapatkan informasi bahwa saat itu, ada sekitar 50-100 orang yang berada di atas jembatan," katanya melalui keterangan tertulisnya, yang didapat nusantaraterkini.co, Senin (14/10/2024).
Baca Juga : Taman Cadika Seolah Jadi Oase di Tengah Teriknya Cuaca Kota Medan
"Kondisi semakin parah lantaran ada beberapa pemuda yang sengaja lompat-lompat di jembatan itu," tambahnya.
Selanjutnya, Topan mengatakan jembatan tersenut ambruk sekitar pukul 18.30 WIB. Katanya, ia telah meninjau lokasi, pada pukul 20.00 WIB.
Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan
Kata dia, dugaan melebihi kapasitas dapat terlihat dari pondasi ikatan sling jembatan yang terangkat, lalu besi dan tiang pengikat sling juga patah.
Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan
"Kondisi itu, dapat dianalisis bahwa telah terjadi kelebihan beban pada jembatan sehingga menyebabkan jembatan gagal menahan beban karena melebihi beban maksimal," katanya.
Sebelumnya, Sebuah jembatan yang berada di dalam kawasan Taman Cadika, ambruk diduga karena kelebihan kapasitas, pada Minggu (13/10/2024) sore.
Insiden yang menyebabkan sejumlah pengunjung terjatuh ke dalam danau, menjadi sorotan dan ramai di sosial media.
Nurul, seorang pengunjung yang menyaksikan langsung insiden itu mengatakan, saat itu banyak orang melintas di atasnya.
"Kejadiannya sekitar pukul 18.00 WIB. Banyak orang yang melintas, sekira 50-an orang lah yang di jembatan," jelasnya kepada Nusantaraterkini.co, Minggu malam.
(Cw7/nusantaraterkini.co)
