Nusantaraterkini.co, MEDAN - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tampak dipadati oleh pengendara dan menimbulkan antrean yang panjang. Satu di antaranya terjadi di SPBU Coco Medan Polonia, Kamis (5/3/2026) sore.
Antrean ini diduga berasal dari kepanikan masyarakat usai eskalasi militer yang meningkat di Timur Tengah karena perang Iran-Amerika dan Israel beberapa hari belakangan.
Baca Juga : Pertamina Temukan Cadangan Minyak Baru, Potensi Produksi Hingga 2.184 Barel Per Hari
Suasana di SPBU Coco Medan Polonia tampak dipadati pengendara yang mengendarai roda dua dan empat. Mereka mengantre untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Baca Juga : Solar Mahal Ancam Pasokan Ikan Nasional, Anggota DPR Minta Solusi Cepat
Warga Kota Medan diminta tidak panik membeli bahan bakar minyak (BBM) meskipun isu konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel tengah ramai diberitakan. Pasalnya, stok BBM di SPBU masih dalam kondisi aman.
Pengawas SPBU Coco Polonia Medan, Roland, menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan BBM yang diterima SPBU masih berjalan normal dan tidak ada gangguan distribusi.
Baca Juga : Cekcok di SPBU saat Antre BBM, Sopir Turk Meninggal Dunia usai Ditusuk
“Untuk sejauh ini stok BBM masih aman. Jadi kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik buying atau membeli BBM secara berlebihan,” ujarnya, kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga : Bahlil Soroti Perkembangan BBM Global, Tegaskan Pentingnya Antisipasi Dalam Negeri
Ia menjelaskan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas dan memicu kekhawatiran di masyarakat, namun distribusi BBM dari Pertamina ke SPBU di Medan tetap berjalan seperti biasa.
Menurutnya, pembelian BBM secara berlebihan justru dapat memicu antrean panjang di SPBU dan menimbulkan kesan kelangkaan di tengah masyarakat.
Baca Juga : Kelangkaan BBM Bio Solar di Pasaman Barat: Antrian Panjang, Harga Pengecer Meroket
“Kami harap masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan saja. Kalau semua membeli secara normal, pasokan tetap cukup. Itu (isu kelangkaan) hanya cuma di sosmed saja,” katanya.
Baca Juga : Isu Dampak Perang Iran–Israel–AS Picu Panic Buying, SPBU di Binjai Diserbu Warga
Sementara itu, Diki, seorang warga Polonia menyampaikan bahwa ia ikut mengantre BBM karena untuk kebutuhan sehari-hari. Ia mengakui memang ada isu kelangkaan bahan bakar yang diakibatkan oleh meningkatnya eskalasi di Timur Tengah.
"Ya saya beli karena untuk sehari-hari, buat kendaraan, ya. Kalau soal itu (isu kelangkaan) memang ada kabarnya, tapi saya pribadi, untuk jaga-jaga juga. Tapi ini memang saya belinya biasa aja, engga yang sampai banyak-banyak gitu," ucapnya.
Amatan di SPBU Coco Polonia, sekitar pukul 17.25 WIB, petugas jaga menginformasikan kepada masyarakat bahwa stok bahan bakar sudah habis. Beberapa pengendara tampak memutar balik kendaraannya.
Isu memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memang memicu kekhawatiran di sejumlah daerah.
Bahkan di beberapa wilayah dilaporkan terjadi peningkatan pembelian BBM akibat kekhawatiran masyarakat terhadap dampak perang terhadap pasokan energi.
Namun secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan BBM di Indonesia masih aman dengan cadangan sekitar 30 hari, baik yang berada di kilang maupun yang masih dalam proses pengiriman.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang beredar, serta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
