Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Peringatan Hujan Abu Dikeluarkan Setelah Gunung Sakurajima Meletus ​

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gunung Sakurajima mengeluarkan abu dan asap pada Minggu, 16 November 2025 (Foto Youtube Zaiho)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co,JEPANG-Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Jepang selatan. Gunung Sakurajima dilaporkan Minggu (16/11/2025), menyemburkan kolom abu tebal hingga ribuan meter ke langit dan mendorong otoritas Jepang mengeluarkan peringatan potensi hujan abu.

​Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa letusan itu terjadi sebelum matahari terbit. JMA mencatat bahwa kolom abu dan asap dari Sakurajima—salah satu gunung berapi paling aktif di Jepang—mencapai ketinggian sekitar 4.400 meter.

Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Menjulang 700 Meter
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat letusan tersebut. Pejabat dari Prefektur Kagoshima, tempat gunung itu berada, menyatakan bahwa situasi saat ini masih terus dipantau secara ketat.

​Mengutip laporan AFP, pihak JMA memprediksi bahwa beberapa kali erupsi susulan masih mungkin terjadi. Akibatnya, wilayah Kagoshima dan Prefektur Miyazaki diperkirakan akan diguyur hujan abu.

Otoritas mengimbau masyarakat di area yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan mengambil tindakan perlindungan, seperti menggunakan payung atau masker, serta mengemudi secara perlahan di jalanan yang licin akibat abu vulkanik.

Baca Juga : Kembali Erupsi, Gunung Lewotobi Laki-Laki Muntahkan Abu hingga Setinggi 18 Km

JMA memastikan bahwa status waspada untuk Sakurajima dipertahankan pada level tiga dari skala lima, yang berarti akses ke area di sekitar puncak gunung dibatasi demi menjamin keselamatan publik.

Aktivitas vulkanik Gunung Sakurajima, yang memang dikenal sering mengalami erupsi kecil hingga sedang sepanjang tahun, masih terus dipantau ketat oleh otoritas setempat melalui kamera dan laporan lapangan hingga Minggu siang.(RMOL)