Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Perkuat Fondasi Moral, Pemprov Sumut Dorong Kolaborasi Strategis dengan MUI

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wagub Sumut Surya meyakini bahwa keterpaduan antara peran umara dan ulama merupakan kunci vital dalam mewujudkan stabilitas daerah, pada MUSDA MUI Sumut, Jumat (26/12/2025).(foto:istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Langkah pembangunan di Sumatera Utara kini semakin diarahkan pada keseimbangan antara kemajuan fisik dan kemandirian spiritual. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meyakini bahwa keterpaduan antara peran umara dan ulama merupakan kunci vital dalam mewujudkan stabilitas daerah yang berkelanjutan.

Dengan mengedepankan ruang dialog yang inklusif bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), pemerintah berharap seluruh kebijakan publik yang ditelurkan dapat memberikan dampak maslahat yang berlandaskan pada nilai-nilai etika dan moralitas yang tinggi.

​Pesan penting mengenai integrasi kepemimpinan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) X MUI Sumut yang digelar di jantung Kota Medan, Jumat (26/12/202).

Baca Juga : Inisiatif Ma’ruf Amin Mundur dari MUI Disebut Sebagai Standar Baru Etika Kepemimpinan 

"Posisi MUI sebagai pelayan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah merupakan pilar penyokong kehidupan berbangsa. Sinergi ini sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa arus modernisasi tidak menggerus identitas sosial dan karakter religius masyarakat di Sumatera Utara," ujar Surya.

​Dalam perspektif pemerintah daerah, lanjut Wagub, parameter kesuksesan pembangunan kini mulai bergeser tidak hanya pada aspek ekonomi makro, melainkan juga pada penguatan kualitas manusia dan ketahanan sosial.

Wagub Surya berharap momentum Musda X ini menjadi wadah lahirnya rekomendasi-rekomendasi strategis yang bisa diadopsi oleh pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik. Ia pun menekankan pentingnya melahirkan jajaran pengurus yang amanah agar program kerja MUI kedepannya tetap relevan dengan dinamika sosial yang berkembang cepat di tengah masyarakat.

​Di sisi lain, Ketua Umum MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, memberikan penekanan pada urgensi akhlak dalam proses pembangunan bangsa. Ia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan yang mutakhir akan kehilangan maknanya jika tidak dibarengi dengan adab yang baik.

"Fokus utama Musda kali ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lima tahun terakhir serta penyempurnaan program-program unggulan. Upaya ini dilakukan agar MUI terus menjadi lembaga yang solutif dalam menjawab persoalan umat melalui fatwa-fatwa yang membawa kesejukan dan manfaat nyata bagi publik," jelasnya.

​Menutup rangkaian gagasan tersebut, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengajak seluruh elemen ulama untuk menjadikan Musda sebagai ajang muhasabah atau introspeksi besar. Ia menilai peran ulama sangat fundamental dalam menopang implementasi berbagai program prioritas pemerintah melalui fungsi perlindungan umat.

Baca Juga : MUI Dorong Negara Asia Pasifik Perkuat Langkah Kemerdekaan Palestina 

"Dengan semangat kolaborasi yang baru, diharapkan kepemimpinan MUI Sumut yang akan datang mampu menggerakkan potensi keumatan secara lebih terukur demi terciptanya tatanan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat di masa depan," sebutnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)