nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat terpaksa 'gulung tikar'. Pabrik sepatu yang terkenal di era 90-an ini telah dihentikan operasionalnya sejak 30 April 2024 lalu.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun ikut turun tangan meninjau langsung kondisi pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mendalami penyebab dan situasi terkini pabrik tersebut.
Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global
“Sedang dilakukan pendalaman oleh direktorat tekstil dan alas kaki,” kata Kris, Minggu (5/5/24).
Kendati demikian, Kemenperin belum memberikan perincian penjelasan terkait peninjauan dan imbauan kepada pelaku industri pengelola pabrik, yakni PT Sepatu Bata Tbk. (BATA).
Sebelumnya, operasional pabrik sepatu Bata di Purwakarta resmi dihentikan pada 30 April 2024 lalu lantaran mengalami kerugian selama 4 tahun berturut-turut.
Baca Juga : Mensesneg Soroti Peran Spekulan di Balik Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Hal itu disampaikan oleh Corporate Secretary BATA melalui keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan disebut telah berupaya mengantisipasi kerugian dan tantangan industri pascapandemi.
Namun, kondisi kerugian terus menghadang lantaran perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat. Bahkan, Hatta menerangkan bahwa kapasitas produksi di pabrik tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan secara berkelanjutan dari pemasok lokal.
“Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun,” kata Hatta seperti dikutip dari solopos.
Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Dengan kondisi tersebut, pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta. Adapun, pabrik Bata di Purwakarta telah berdiri sejak 1994 atau 30 tahun silam.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juni 2026, Anjlok Rp32 Ribu ke Rp2.738.000 per Gram
