Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Persaingan Kian Sengit, PSMS Jadi Penentu Nasib Tim Lain di Liga 2

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pelatih Kepala PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers, di Stadion Utama Sumut, Jumat (24/4/2026).(foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coMEDAN-Memastikan diri lolos dari jurang degradasi kompetisi liga 2 (champioship) musim ini, PSMS kini menjadi penentu nasib tim lainnya. Pasalnya, raihan poin tim lain sangat dipengaruhi hasil laga dari tim berjuluk Ayam Kinantan.

Setelah selamat, kini bermain lepas. Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal, membuat PSMS resmi aman dari degradasi. 

Baca Juga : Jadwal Piala Presiden 2026 Berubah, PSMS Medan Berpeluang Jadi Tuan Rumah

Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban. Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta. 

Baca Juga : Persiraja Banda Aceh Gagalkan Kemenangan PSMS Medan di Detik Terakhir ​

Namun kini, tekanan itu sirna. Yang tersisa: harga diri, keangkeran kandang, dan peran sebagai “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi tim lain.

Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang). Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak: Brian harus absen karena akumulasi kartu.

Baca Juga : Super League: Kalah 0-7 dari Persebaya, Semen Padang Dipastikan Degradasi ke Liga 2

Pelatih Kepala PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers, di Stadion Utama Sumut, Jumat (24/4/2026), menyatakan semua pemain siap all-out.

Baca Juga : Adhyaksa FC dan Garudayaksa Resmi Promosi ke Liga 1 Mendampingi PSS Sleman

"Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal."

Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.

Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa "menghancurkan" mimpi Adhyaksa. Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikak suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan "juru selamat".

Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut besok malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.

(Akb/Nusantaraterkini.co)