Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pindad Siap Garap Mobil Nasional, Masukkan Elektrifikasi ke Dalam Peta Jalan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pindad Pandu EV. (Foto: Pindad)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA – PT Pindad akhirnya buka suara soal rencana pengembangan mobil nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung ambisi besar Indonesia di sektor otomotif.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menegaskan bahwa proyek mobil nasional ini tidak akan dikerjakan secara asal-asalan. Menurutnya, Pindad ingin memastikan kehadiran produk tersebut mampu memberi dorongan besar bagi industri otomotif dan rantai pasok dalam negeri.

Sigit menepis anggapan bahwa mobil nasional nantinya hanya akan menjadi adaptasi kendaraan militer versi sipil. Ia menekankan bahwa Pindad sedang melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan pasar, karakter konsumen, hingga peluang industri sebelum menentukan arah desain dan teknologi kendaraan.

Baca Juga : BYD Hadir di Medan, Buka Babak Baru Perjalanan Elektrifikasi Sumut

“Mobil nasional membawa harapan besar bagi tumbuhnya industri otomotif lokal. Karena itu, tim pengembangan akan memetakan seluruh potensi pasar dan merancang produk yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Sigit kepada kumparan.

Sebagai perusahaan yang selama ini dikenal lewat produk pertahanan, Pindad kini tengah mempersiapkan strategi khusus untuk memasuki sektor otomotif sipil. Fokusnya bukan sekadar memproduksi kendaraan, tetapi membangun ekosistem teknologi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia.

Sigit juga menyoroti isu penting terkait teknologi masa depan. Tren global menuju kendaraan listrik (EV), menurutnya, menjadi faktor krusial dalam desain mobil nasional. Meski begitu, Pindad tetap mempertimbangkan kebutuhan pasar domestik yang masih sangat kuat terhadap mesin pembakaran konvensional.

Baca Juga : BYD DM Taklukkan Jalur Berastagi dengan Rp 300 / Km

“Dalam beberapa tahun terakhir terlihat tren kuat menuju elektrifikasi. Pindad tentu mempertimbangkannya dengan matang, tanpa mengabaikan bahwa mesin konvensional masih memiliki pasar besar di Indonesia,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang fleksibel namun futuristis, mobil nasional Pindad berpotensi menjadi jembatan antara visi otomotif masa depan dan kebutuhan realistis masyarakat. Strategi ini diyakini mampu membuka ruang bagi kemandirian teknologi sekaligus memperkuat industri otomotif nasional di kancah global.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Wuling Eksion Resmi Rilis: Cek Harga Varian EV dan PHEV Terbaru di Indonesia