Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PKB: Hasil Rekomendasi Pansus Haji Diintervensi

Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Pansus Haji DPR Marwan Jafar./Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Pansus Haji DPR Marwan Jafar menegaskan, jika hasil rekomendasi Pansus Haji ada intervensi dalam proses penyusunan laporan akhir dan rekomendasi yang sebelumbya akan dibawa ke rapat paripurna pada 26 diubah ke tanggal 30 September 2024.

"Ya intervensi itu memang nyata dan ada tetapi ga mungkin saya menyebut orang kira-kira seperti itu ada intervensi," kata Marwan, Kamis (26/9/2024). 

Politikus PKB ini pun menuturkan adanya intervensi soal kesimpulan Pansus Haji adalah pada saat Ketua Pansus Haji meminta hasil kesimpulan lalu di print dan dibawa kepada pimpinan DPR. Dan ternyata ketika dibawa lagi usai dari pimpinan ada redaksional diubah maka itu dipastikan ada intervensi. 

Baca Juga : SAMSAT Malam Minggu Diserbu Warga, Pemkab Pasbar Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan

"Sampai kesimpulan pansus dibuat agak ideal pun dimana Ketua Pansus Haji kala itu minta diprint hasil pansus dan meminta arahan kepada sang pengatur disini kalau ini cocok tidak sih rekomendasinya. Lalu dibawa lagi ke rapat pansus. Jadi apa? negara ini ada yang atur," terang bekaz Ketua Fraksi PKB DPR ini. 

Namun demikian, Marwan yang juga legislator dapil Jateng ini menegaskan, jika pihaknya masih bersikukuh waktu rapat Pansus Haji terakhir seharusnya ada kalimat melanggar, tapi kalimat-kalimat itu nyatanya dibuat terbalik.

Bantah Ada Intervensi

Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi

Sementara itu, Ketua Pansus Angket Penyelenggaraan Haji 2024 DPR RI Nusron Wahid membantah adanya intervensi dalam proses penyusunan laporan akhir dan rekomendasi yang akan dibawa ke rapat paripurna pada 26 September 2024. Hal itu disampaikan Nusron sebagai respons atas pernyataan anggota Pansus Haji Marwan Jafar yang menuding banyak intervensi sehingga membuat substansi laporan berubah. 

“Ah enggak ada, enggak ada, intervensi apa? Enggak ada itu,” ujar Nusron.

Menurut Nusron, laporan akhir dan rekomendasi yang disusun Pansus Haji dan ditetapkan adalah hasil pembahasan bersama dalam rapat Pansus Haji DPR RI selama hampir dua bulan ini.

Baca Juga : Pasar Keuangan Lesu, Marwan Jafar: Investor Asing Tinggalkan RI karena Krisis Kepercayaan

Dia pun menganggap wajar ketika ada anggota Pansus Haji DPR RI yang merasa tidak puas dengan hasil laporan dan rekomendasi tersebut.

“Ya, kalau beda pandangan kan antar manusia biasa. Kalau beda pandangan antar manusia tapi kalau intervensi enggak ada. Masing-masing hak anggota punya haknya masing-masing, tapi kalau intervensi enggak ada intervensi,” kata Nusron. Bersamaan dengan itu, Nusron menegaskan bahwa pengambilan keputusan untuk menyepakati laporan akhir tersebut tetap diambil berdasarkan suara mayoritas dalam rapat. “Gini ya, yang namanya orang pansus itu kan 30 orang. 30 orang itu masing-masing mempunyai otak dan pemahaman berbeda-beda. Kita mencari titik temu diantara 30 orang itu kita ambil yang mayoritas,” ujarnya.

“Ya, kalau ada 1, 2 yang enggak cocok ya biasa, masa ada yang cocok semua. Kalau ada yang enggak cocok, tapi secara umum, secara over all oke, enggak ada soal,” kata Nusron lagi.

Baca Juga : Marwan Jafar Kritik Wacana MBG untuk Anak PMI: Urus Dalam Negeri Masih Kalang Kabut

(cw1/nusantaraterkini.co)